7 Cara Mudah Menjalankan Pola Makan 'Intermittent Fasting'

Atiqa Rana - detikFood
Jumat, 10 Jun 2022 05:00 WIB
Intermitten Fasting
Foto: Getty Images
Jakarta -

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan. Salah satu yang kian populer dengan melakukan diet 'intermittent fasting'.

Diet 'intermittent fasting' atau puasa intermittent adalah jenis diet yang berorientasi pada waktu tertentu. Pelaku diet akan berpuasa pada waktu yang sudah ditentukan dan hanya boleh makan pada sisa waktu lainnya.

Sebenarnya tidak ada patokan waktu untuk melakukan intermittent fasting. Tetapi lebih dianjurkan untuk puasa makan selama 16 jam dan sisanya bebas untuk makan apa saja.

Menurut beberapa penelitian, cara makan seperti ini tak hanya membantu menurunkan berat badan tetapi juga mampu meningkatkan kesehatan dan memperpanjang umur. Selain itu, metode ini juga melatih ketahanan tubuh agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Dalam menjalankan diet ini, tak semua orang memiliki gaya yang sama. Ada beberapa cara yang mungkin cocok pada satu orang namun tidak cocok untuk orang lain. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar hasilnya maksimal.

Berikut 7 cara untuk mempraktikkan intermittent fasting yang dirangkum dari timesofindia.com (26/05).

1. Puasa 12 Jam Sehari

Intermittent Fasting Weight Loss dieting conceptPuasa 12 jam bisa dibilang metode termudah yang sangat disarankan bagi pemula Foto: Getty Images

Puasa 12 jam bisa dibilang metode termudah yang sangat disarankan bagi pemula. Setiap harinya, orang harus melakukan puasa selama 12 jam dan bisa bebas makan sisa waktunya.

Menurut beberapa penelitian, puasa selama 10 hingga 16 jam dapat menyebabkan tubuh akan mengubah simpanan lemak menjadi energi serta melepaskan keton ke aliran darah. Inilah faktor yang mampu mendorong penurunan berat badan.

2. Puasa 16 Jam

Puasa 16 jam menjadi metode yang umumnya dilakukan. Metode 16:8 ini juga biasa dikenal dengan diet leangains yang melibatkan puasa 16 jam sehari dan makan selama 8 jam.

Namun dalam menjalankan metode ini, terdapat perbedaan antara waktu puasa pria dan wanita. Pria biasanya akan berpuasa selama 16 jam per hari, sedangkan wanita lebih sedikit yaitu 14 jam.

Jenis puasa ini biasanya bermanfaat bagi seseorang yang telah mencoba puasa 12 jam untuk meningkatkan tingkatannya agar hasil lebih maksimal.

3. Melewatkan Makan

Intermitten FastingBagi para pemula mungkin metode ini paling cocok karena bisa disesuaikan dengan tingkat rasa lapar masing-masing. Foto: Getty Images

Bagi pemula yang benar-benar baru mau mencoba intermittent fasting, metode ini dirasa paling cocok. Ini karena metode puasanya bisa disesuaikan dengan tingkat rasa lapar masing-masing.

Orang juga bisa melewatkan waktu makan sesuai dengan batasan waktu mereka dan juga tingkat kelaparannya. Namun yang menjadi penting ialah mengonsumsi makanan yang bergizi setiap kalinya

4. Puasa 2 Hari Seminggu

Ternyata intermittent fasting tidak harus dilakukan setiap hari. Tetapi juga bisa dilakukan hanya 2 kali dalam seminggu. Cara diet ini dikenal juga diet 5:2 dimana diperbolehkan untuk makan selama 5 hari yang kemudian mengurangi kalori untuk dua hari lainnya.

Rata-rata selama puasa 2 hari, asupan kalori yang boleh masuk ke dalam tubuh hanya 500 kalori.

5. Puasa Secara Bergantian

Intermitten FastingPuasa secara bergantian dikenal sebagai bentuk yang lumayan ekstrem dari puasa intermittent. Foto: Getty Images

Ada beberapa variasi dalam melakukan puasa secara bergantian ini. Beberapa orang percaya jika selama masa puasa terdapat pantangan asupan kalori tidak boleh terlalu banyak. Sementara yang lainnya percaya bahwa selama berpuasa, 500 kalori pun dapat dikonsumsi.

Cara ini dikenal sebagai bentuk yang lumayan ekstrem dari puasa intermittent. Karena-nya pada hari-hari bebas makan, banyak orang yang memilih untuk makan sebanyak yang diinginkan.

6. Puasa 24 Jam Mingguan

Puasa ini berarti seseorang akan puasa selama satu atau dua hari per minggu namun mereka tidak makan selama 24 jam setiap kali puasa.

Biasanya mereka yang melakukan rencana diet ini tetap diperbolehkan untuk mendapatkan asupan minum seperti air, teh, atau minuman bebas kalori lainnya pada periode puasa. Sedangkan pada hari-hari bebas puasa, mereka harus melanjutkan kebiasaan makan normal mereka.

Mungkin bagi orang yang baru mau mencoba puasa intermittent tidak disarankan melakukan cara ini. Karena ditakutkan tubuh akan kaget melakukan puasa intermittent yang berintensitas tinggi ini.

7. The Warrior Diet

Intermitten FastingThe warrior diet memiliki intensitas yang tinggi dimana puasa dilakukan dalam kurun waktu 20 jam dan makan besar hanya dilakukan satu kali pada waktu malam. Foto: Getty Images

Cara lain dalam menjalankan intermittent fasting yaitu dengan melakukan the warrior diet atau diet prajurit. Cara ini memiliki intensitas yang tinggi dimana puasa dilakukan dalam kurun waktu 20 jam dan makan besar hanya dilakukan satu kali pada waktu malam.

Pada waktu sisa nya hanya diperbolehkan untuk konsumsi beberapa porsi buah dan sayuran. Karena itu jendela makan pada cara puasa intermittent ini biasanya hanya selama 4 jam.



Simak Video "Bikin Laper: Gurih Manis Ayam Bakar yang Lagi Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/odi)