Hindari Makan Larut Malam Agar Umur Lebih Panjang

Atiqa Rana - detikFood
Jumat, 03 Jun 2022 19:30 WIB
Makan Malam Lebih Awal
Foto: iStock
Jakarta -

Selain membatasi asupan kalori, menghindari makan larut malam juga bisa memperpanjang usia hidup atau panjang umur. Ini hasil penelitian terbaru!

Studi pada beberapa hewan menunjukkan bahwa diet yang paling ampuh ialah membatasi asupan kalori total. Memenuhi kebutuhan nutrisi esensial bisa memperpanjang usia hidup.

Dikabarkan medicalnewstoday.com (18/05), penelitian ini mengatakan bahwa pembatasan kalori pada makhluk hidup akan memicu perubahan fisiologis yang memperpanjang usia hidup dan menunda timbulnya penyakit karena usia.

Makan Malam Lebih AwalSelain memembatasi asupan kalori, menghindari makan larut malam juga bisa memperpanjang usia hidupatau panjang umur. Ini hasil penelitian terbaru! Foto: iStock


Meskipun bukti kuat masih kurang, namun diet pembatasan kalori juga telah diuji pada manusia dengan mengurangi asupan kalori sepertiganya dapat memperpanjang umur manusia.

Namun pembatasan kalori saja tidaklah cukup. Sepertinya batasan waktu juga diperlukan agar kesehatan tubuh lebih meningkat.


Penelitian pada hewan telah mengungkapkan bahwa waktu pembatasan kalori dapat memiliki efek karena sistem sirkadian yang mengontrol siklus harian fisiologi, metabolisme, hingga dikaitkan dengan penuaan.

Penelitian yang dilakukan di University of Texas (UT) Southwestern Medical Center. Mereka meneliti apakah waktu makan berkontribusi pada efek pada usia harapan hidup.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa pembatasan kalori meningkatkan umur rata-rata pada tikus. Tetapi sebagian lagi melibatkan para ilmuwan yang memberi batasan kalori pada tikus di siang hari.

Tikus adalah hewan nokturnal yang berevolusi untuk mencari makan di malam hari. Karenanya penelitian yang dilakukan para ilmuwan menggunakan umpan otomatis untuk memastikan tikus hanya makan pada malam hari.

Penelitian yang dilakukan membagi hewan menjadi 6 kelompok dengan kalori dan batas waktu yang berbeda-beda.

Hasilnya, tikus yang makan sebanyak yang dia inginkan memiliki umur rata-rata 800 hari. Sedangkan tikus diet dengan batasan kalori dengan makanan yang tersedia sepanjang waktu, bisa hidup 875 hari atau 10% lebih lama.

Tikus yang mendapatkan kalori terbatas dan hanya makan di siang hari (fase tidak aktif dari siklus sirkadian mereka) dan berpuasa selama 12 jam hidup 20% lebih lama yaitu selama 959 hari.

Sedangkan tikus yang dibatasi kalorinya dan hanya makan pada fase aktif mereka, kemudian puasa selama 12 jam sisanya, menunjukkan mereka hidup paling lama yaitu 1.068 hari.

Dr. Takahashi menunjukkan kepada Medical News Today bahwa pembatasan kalori pada tikus yang makan malam atau pada fase aktif mereka ternyata memperlambat perubahan terkait usia.

Secara khusus penelitian ini juga menjelaskan jika tikus makan pada fase tidak aktif (siang hari), hal ini dapat berkontribusi pada umur yang lebih pendek.

Seperti semua penelitian yang menggunakan hewan sebagai modelnya, penelitian ini mungkin tidak terlalu baik diterapkan kepada manusia.

Jika penelitian ini diimplementasikan kepada manusia yang memiliki fase aktif berlawanan pada tikus, para peneliti menyarankan makan lebih awal di malam hari adalah hal yang terbaik untuk menjaga penuaan yang sehat.

Makan Malam Lebih AwalPara peneliti menyarankan makan lebih awal di malam hari adalah hal yang terbaik untuk menjaga penuaan yang sehat. Foto: iStock

Tak hanya itu, hal ini juga disarankan karena makan larut malam dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menjaga kadar gula dalam darah.

Ahli diet Mariam Eid mengatakan bahwa pada malam hari biasanya orang akan makan dengan sembarangan yang rata-rata makanan tersebut berkarbohidrat tinggi. Makanan ini cenderung akan mengganggu kontrol gula darah dan meningkatkan risiko diabetes.

Untuk menghindari segala risiko, pilihan yang terbaik yaitu dengan makan lebih awal di malam hari dan tentunya dengan kalori yang juga dibatasi.



Simak Video "Sensasi Makan Malam di Tambang Batu Bara"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/odi)