Pengganti Gula, Konsumsi Pemanis Buatan Bisa Turunkan BB dan Risiko Diabetes

Diah Afrilian - detikFood
Selasa, 24 Mei 2022 05:00 WIB
pemanis buatan
Foto: iStock
Jakarta -

Konsumsi pemanis buatan seperti aspartam dan saccharin kerap dipandang sebelah mata. Faktanya jenis pemanis ini bisa menurunkan berat badan hingga risiko diabetes. Begini kata peneliti.

Konsumsi gula yang berlebihan dilarang demi alasan kesehatan. Hal ini lantaran gula yang memiliki rasa manis memiliki efek yang justru tidak semanis rasa yang diberikan.

Beberapa gangguan kesehatan banyak disebabkan oleh konsumsi gula berlebihan. Karenanya banyak orang mulai mencari pemanis alternatif untuk tetap mendapatkan rasa manis sekaligus menjaga kesehatan tubuh. Pemanis ini juga sering disebut pemanis buatan di pasaran.

Ada banyak produk pemanis buatan yang juga menawarkan kandungan rendah atau bahkan tanpa kalori. Melihat perkembangan pemanis buatan ini, tim peneliti dari JAMa Network Open mencari tahu dampak konsumsinya.

man sitting on a table in front of an empty plate. knife and fork in his hands.he is screaming. he is hungry.Sering dicap tak sehat, ternyata ada sisi baik dari manfaat mengonsumsi pemanis buatan. Foto: iStock

Mengutip WebMD (15/3), mengganti asupan gula dengan pemanis buatan yang rendah atau tanpa kalori dikaitkan dengan penurunan berat badan dan risiko diabetes. Pemanis buatan konon dapat menurunkan faktor risiko berupa menekan body mass index (indeks massa tubuh), persentase lemak tubuh, hingga lemak darah.

"Secara umum, semua orang merekomendasikan untuk mengurangi kadar asupan gula. Sekarang, pertanyaannya adalah: apa cara terbaik untuk menggantikannya?" kata John sievenpiper, MD, selaku peneliti senior dan profesor ilmu nutrisi University of Toronto.

John mengatakan bahwa cara terbaik untuk menggantikannya tentu dengan meminum lebih banyak air mineral sesering mungkin. Tetapi pemanis buatan seperti aspartam, saccharin, dan sucralose dikatakan juga dapat membantu.

John dan rekan-rekannya, mempelajari data dari 17 percobaan klinis yang membandingkan antara konsumsi minuman mengandung gula biasa dengan minuman yang menggunakan pemanis buatan rendah atau tanpa kalori, serta konsumsi air mineral. Di antara 1.700 orang dewasa, ditemukan bahwa 77% wanita mengalami berat badan berlebih atau obesitas yang meningkatkan risiko diabetes.

man sitting on a table in front of an empty plate. knife and fork in his hands.he is screaming. he is hungry.Penambahan pemanis buatan justru dapat membantu menurunkan berat badan, massa indeks tubuh, persentase lemak hingga lemak darah. Foto: iStock

Tetapi ditemukan juga fakta bahwa pemanis buatan yang ditambahkan dalam minuman manis mempengaruhi penurunan berat badan, massa indeks tubuh, persentase lemak hingga lemak darah.

"Penelitian ini menambahkan bahwa semuanya dikonsumsi dalam batas yang aman (minuman dengan pemanis buatan mengandung rendah dan non kalori) menjadi alternatif yang layak untuk mengganti konsumsi air mineral untuk mereka yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas," kata Julie Grim selaku direktur nutrisi untuk American Diabetes Association.

Menurut data American Heart Association, lebih dari 27 kilogram gula dikonsumsi sepanjang tahun oleh setiap orang dewasa dan hampir setengahnya datang dari minuman manis. Bahkan untuk anak-anak, konsumsi gulanya lebih dari 29 kilogram per tahun.

Sayangnya, masih ada perdebatan yang terjadi antara para peneliti. Penelitian yang sebelumnya mengatakan bahwa pada sekaleng soda diet sekalipun tetap sama buruknya dengan soda biasa. Sedangkan sebagian lainnya mengatakan konsumsi pemanis buatan ini tetap bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi asupan gula harian.



Simak Video "Bikin Laper: Enaknya Kepiting Saus Tiram di Popa Seafood PIK"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)