Benarkah Makan Pedas Picu Gangguan Pencernaan? Ini Kata Ahli Gizi

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Jumat, 22 Apr 2022 07:11 WIB
Benarkah Makan Pedas Picu Gangguan Pencernaan? Ini Kata Ahli Gizi Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur
Jakarta -

Selama ini makanan pedas kerap dicap buruk untuk pencernaan. Mulai dari perut melilit hingga diare kerap dialami seseorang usai mengonsumsi makanan pedas. Benarkah makan pedas picu gangguan pencernaan?

Makanan pedas tak bisa dipisahkan dari keseharian orang Indonesia. Banyak orang yang tak bisa makan lahap tanpa kehadiran rasa pedas. Ada yang mendapatkannya dari saus cabai, sambal, atau bahkan dengan menggigit potongan cabai utuh!

Sensasi pedas menyengat yang ditimbulkan usai makan cabai dianggap bisa menambah semangat makan. Tak heran kalau beberapa orang memilih tidak jadi makan kalau tak ada cabai atau rasa pedas.

Dari sisi nutrisi, banyak orang menganggap makan pedas lebih banyak memiliki efek negatif ketimbang manfaatnya. Hal ini terkait gangguan pencernaan yang timbul usai makan pedas.

Benarkah makanan pedas buruk untuk pencernaan?

Benarkah Makan Pedas Picu Gangguan Pencernaan? Ini Kata Ahli GiziAhli gizi menilai konsumsi makanan pedas sebenarnya tidak memicu masalah pencernaan pada kondisi normal. Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur

Mengutip Byrdie (16/4/2022), konsumsi makanan pedas disebut ahli gizi tidak sepenuhnya buruk. Sederhananya, makanan pedas biasanya tidak memicu masalah pencernaan, tetapi dapat memperburuk masalah ini.

Hanya saja ahli gizi memperingatkan mereka yang memiliki masalah pencernaan seperti asam lambung, sindrom iritasi usus (IBS), dan penyakit radang usus (IBD) perlu berhati-hati saat makan pedas. Hal ini bisa jadi memicu efek samping.

"Karena kesehatan usus setiap orang unik. Makanan pedas dapat menyebabkan seseorang sakit perut, namun pada orang lain, mereka baik-baik saja," kata ahli gizi Brigitte Zeitlin.

Ahli gizi menekankan, terkadang bukan cabai atau rempah pedas yang memicu masalah pencernaan, melainkan makanan lain yang dimakan bersamaan. "Makan sayap ayam pedas dapat menyebabkan gangguan pencernaan karena sayap goreng, bukan saus pedasnya," kata Martha Ferraz-Valles.

Begitupun ketika kamu makan burger keju dengan saus pedas. Gangguan pencernaan yang mungkin timbul setelahnya bisa jadi karena kandungan lemak yang terlalu tinggi pada hidangan tersebut, bukan karena saus pedasnya.

Apakah makanan pedas menyehatkan?

Banyak makanan pedas ternyata sumber berbagai zat gizi dan menawarkan manfaat sehat. Paprika, misalnya, merupakan sumber vitamin E yang sangat bagus. Terkandung juga vitamin A, vitamin B6, vitamin K, zat besi, dan serat.

Sementara itu rempah-rempah yang terkenal pedas termasuk cabe, cabe rawit, dan lada hitam bersifat antiinflamasi. Mengonsumsinya secara rutin dalam jumlah wajar bisa mendatangkan manfaat untuk tubuh.

Jika kamu memang pencinta makanan pedas dan tidak merasakan gangguan pencernaan usai memakannya, ahli gizi menyebut tidak ada alasan untuk kamu menghindari makanan pedas.

"Perlu dipahami bahwa sensasi berkeringat, sedikit mati rasa, atau hidung meler usai makan pedas tidak sama dengan gangguan pencernaan. Hal itu umum terjadi setelah mengonsumsi makanan pedas. Ini terkait preferensi pribadi, apakah makanan pedas termasuk makanan favoritmu atau tidak?" kata Zeitlin.

Ia juga menyoroti nutrisi cabe. Bumbu dapur ini mengandung senyawa capsaicin yang manfaatnya mengurangi inflamasi dan rasa nyeri. "Capsaicin juga terbukti mampu menurunkan risiko sakit jantung dengan cara membantu mengatur tekanan darah dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh," kata Zeitlin.

Penjelasan apakah makanan pedas picu maag ada di halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com