ADVERTISEMENT

Amankah Makan Telur Mentah dan Telur Setengah Matang untuk Kesehatan?

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Minggu, 03 Apr 2022 06:00 WIB
Makan Telur Setengah Matang Berisiko untuk Kesehatan, Ini Sebabnya!
Foto: Getty Images/iStockphoto/ThamKC
Jakarta -

Banyak orang suka mengonsumsi telur setengah matang atau telur mentah untuk dijadikan campuran minuman. Dari sisi kesehatan, amankah praktik mengonsumsi telur yang tidak matang ini?

Telur jadi menu andalan di banyak negara karena nutrisinya tinggi dan harganya relatif terjangkau. Dalam sebutir telur mentah mengandung sekitar 70-75 kalori, 6-6,5 gram protein, dan 4-5 gram lemak.

Biasanya telur diolah jadi telur rebus, telur mata sapi, atau telur dadar. Tapi tak sedikit juga dari para penggemar telur yang doyan hidangan telur mentah atau telur setengah matang.

Mereka meyakini nutrisi telur mentah atau telur setengah matang lebih tinggi dari pada telur matang. Rasanya juga dianggap lebih enak karena gurih dan memiliki tekstur yang lumer dan creamy.

Untuk mengonsumsi telur mentah, biasanya orang Indonesia memasukkannya ke dalam racikan jamu atau susu kemudian ditambah madu. Minuman ini dipercaya bisa membangkitkan stamina.

Lalu untuk telur setengah matang, biasanya ditambahkan taburan sedikit garam dan lada agar lebih gurih enak. Menu ini banyak dikonsumsi saat sarapan untuk memasok energi.

Lalu dari sisi kesehatan, amankah konsumsi telur mentah atau telur setengah matang?

Makan Telur Setengah Matang Berisiko untuk Kesehatan, Ini Sebabnya!Konsumsi telur mentah atau telur setengah matang memiliki risiko kesehatan terkait bakteri Salmonella. Foto: Getty Images/iStockphoto/ThamKC

Ternyata ada risiko kesehatan di balik konsumsi telur mentah atau telur setengah matang. Kedua hidangan ini mungkin terkontaminasi bakteri Salmonella.

Penyebabnya bisa jadi karena induk ayam terserang bakteri ini atau telur ayam ditetaskan di tempat yang jorok. Jika mengonsumsi telur yang terkontaminasi Salmonella, kamu bisa alami gangguan pencernaan atau biasa disebut keracunan makanan.

Beberapa gejala yang umum dirasakan adalah diare, mual, muntah, kram perut, dan demam. Seluruh risiko kontaminasi Salmonella ini sebenarnya bisa dihindari dengan memasak telur karena bakteri ini tidak tahan panas.

"Telur akan mengandung bakteri jika tidak dimasak dengan benar. Telur yang tidak dipanaskan dengan benar dapat menyebabkan infeksi Salmonella. Tidak diperbolehkan makan telur yang dimasak kurang dari lima menit. Waktu minimum untuk memasak telur untuk mencegah salmonella adalah lima menit dan waktu maksimum adalah sepuluh menit," kata pakar kesehatan Prof Tosin Adu seperti dikutip dari Daily Trust.

Karenanya banyak orang enggan makan telur mentah atau telur setengah matang. Tapi kalau yang suka telur ini, ada cara meminimalisir risiko kemungkinan terserang bakteri Salmonella.

Caranya ada di halaman selanjutnya.



Simak Video "Masak Masak: Nasi Telur Pontianak Simpel tapi Enak"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT