Manakah yang Lebih Sehat, Sayuran Mentah atau Matang? Ini Kata Ahli Gizi

Devi Setya - detikFood
Selasa, 08 Mar 2022 07:00 WIB
Sayuran Mentah dan Matang
Foto: Getty Images/iStockphoto/eyewave
Jakarta -

Tubuh memerlukan nutrisi dari sayuran, oleh karenanya disarankan untuk mengonsumsi sayuran setiap hari. Tapi manakah yang lebih sehat antara sayuran mentah dan matang?

Sayuran mengandung serat, vitamin, mineral dan antioksidan yang dibutuhkan oleh tubuh. Para ahli gizi menyarankan untuk makan sayuran untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Sayuran bisa dikonsumsi langsung dalam keadaan mentah ataupun dimasak menjadi hidangan lezat. Namun terjadi perdebatan soal penyajian sayuran ini. Manakah yang lebih sehat antara sayuran mentah dan matang?

Sayuran Mentah dan MatangSayuran Mentah dan Matang Foto: Getty Images/iStockphoto/eyewave

Dilansir dari Mashed (1/3) selama bertahun-tahun para ahli gizi memperdebatkan manfaat nutrisi antara sayuran mentah dan dimasak. Menurut Healthline, sayuran mentah ataupun sudah dimasak memiliki keunggulan masing-masing.

Memasak sayuran dapat membunuh bakteri dan kuman berbahaya, selain itu juga membantu tubuh lebih mudah mencerna dan menyerap nutrisi. Beberapa jenis sayuran juga mengandung antioksidan yang jumlahnya lebih banyak ketika sudah dimasak.

Para ahli gizi beranggapan bahwa memasak sayuran seperti wortel, kentang, tomat dan asparagus dapat membuat sayuran ini menjadi makanan yang lebih sehat.

Namun hal ini tidak berlaku untuk semua jenis sayuran karena ada beberapa sayuran yang justru lebih baik dikonsumsi dalam keadaan mentah. Proses pemasakan terkadang membuat nutrisi beberapa sayuran akan hilang seperti misalnya pada kubis dan brokoli.

Untuk menjaga kandungan nutrisi maksimal dari sayuran, ahli gizi Amy Myers menyarankan untuk mengolah sayuran dengan teknik khusus seperti menggoreng dengan air fryer atau memasak sayuran menggunakan alat vakum.

Frontiers in Nutrition baru-baru ini menerbitkan sebuah penelitian yang bertujuan untuk melihat hubungan antara penyakit kardiovaskular pada orang-orang yang makan sayuran mentah dan sayuran yang dimasak. Studi ini secara khusus meneliti apakah konsumsi sayuran mentah atau dimasak menyebabkan tingkat penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.

Sayuran Mentah dan MatangSayuran Mentah dan Matang Foto: Getty Images/iStockphoto/eyewave

Studi ini diikuti hampir 400.000 peserta di seluruh Inggris dengan usia rata-rata 56 tahun. Studi ini mengungkapkan bahwa risiko penyakit kardiovaskular turun pada mereka yang makan sayuran mentah. Sementara orang-orang yang makan sayuran matang tidak mengalami penurunan risiko penyakit kardiovaskular.

Meskipun demikian, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat hasil penelitian ini. Namun dari hasil penelitian yang ada, disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi sayuran mentah.

Kamu bisa meraciknya menjadi salad atau mengolahnya dengan bumbu yang lezat. Lebih banyak mengonsumsi sayuran mentah memberikan efek positif pada kesehatan jantung dan organ tubuh lainnya.



Simak Video "Masak Masak: Tips Simpan Sayuran di Kulkas Agar Tak Layu"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)