5 Fakta MSG, Benarkah Bikin Bodoh dan Buruk untuk Kesehatan?

ADVERTISEMENT

5 Fakta MSG, Benarkah Bikin Bodoh dan Buruk untuk Kesehatan?

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Kamis, 10 Feb 2022 16:30 WIB
5 Fakta MSG, Benarkah Bikin Bodoh dan Buruk untuk Kesehatan?
Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur
Jakarta -

Monosodium glutamat (MSG) sering dicap buruk karena dianggap merugikan kesehatan hingga bikin bodoh. Benarkah hal ini? Bagaimana hasil penelitian mengenai dampak konsumsi MSG?

Selama bertahun-tahun, MSG lekat dengan citra negatif seperti "perasa buatan", mengandung "lemak trans", hingga "bikin bodoh" jika dikonsumsi. Tak sedikit penjual makanan yang akhirnya melabeli menunya "tanpa MSG" untuk mendapat reputasi yang lebih baik.

Pasalnya banyak orang mengaitkan konsumsi MSG dengan efek buruknya untuk kesehatan. Mulai dari penyebab sakit kepala, hipertensi, asma, kerusakan sel saraf, hingga otak lemot alias bodoh.

Stigma buruk pada MSG ini pun bukan hanya ada di negara Barat, melainkan juga di Asia. Tapi benarkah anggapan tersebut?

Mengutip Eat This, Not That (5/2/2022) dan berbagai sumber, berikut 5 fakta menarik MSG:

1. Awal mula MSG diciptakan

MSG memiliki sejarah panjang sejak diciptakan oleh Kikunae Ikeda, profesor kimia Universitas Tokyo pada tahun 1908. Ia menciptakan MSG dari proses pengolahan rumput laut. MSG memiliki karakter rasa baru yaitu umami yang berbeda dari profil rasa yang sudah lebih dulu ada yaitu asam, asin, manis, dan pahit.

Rasa umami yang mirip rasa gurih ini ternyata berasal dari senyawa glutamat pada rumput laut. Kikunae Ikeda lantas mencari cara untuk 'mengambil' senyawa glutamat itu sebagai bahan penyedap rasa. Secara sintetik, ia akhirnya berhasil menggabungkan glutamat dengan natrium supaya stabil.

Produk akhirnya, MSG berbentuk seperti bubuk kristal yang mudah ditambahkan ke dalam masakan. Kikunae Ikeda juga memasarkan MSG secara komersial hingga terkenal ke negara Barat. Ia dikenal sebagai pendiri Ajinomoto.

2. MSG dicap buruk dan dikaitkan dengan sindrom restoran China

5 Fakta MSG, Benarkah Bikin Bodoh dan Buruk untuk Kesehatan?MSG sempat dikaitkan dengan sindrom restoran China yang mengakibatkan gejala kesehatan Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur

Popularitas MSG ternyata tidak selamanya baik. Tahun 1968, MSG dikaitkan dengan sindrom restoran China. Hal ini bermula ketika surat yang ditulis Dr. Robert Ho Man Kwok muncul di New England Journal of Medicine.

Ia mengaku merasa sakit usai makan di restoran China. Ia berpendapat bahwa MSG dalam masakan China memunculkan gejala sakit kepala, pusing, mati rasa, dan rasa lemah lesu. Namun kemudian terungkap bahwa surat yang dilayangkan sosok Dr. Robert Ho Man Kwok ditulis oleh seorang penipu sebagai 'prank' alias lelucon.

Tak berhenti di situ, isu negatif yang 'menimpa' MSG berlanjut pada tahun 1969. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus menemukan bahwa tikus yang diberi MSG dalam jumlah banyak mengalami lesi otak, obesitas, dan gangguan endokrin. Penelitian lanjutan juga mengklaim bahwa MSG dapat menyebabkan masalah pada jantung, hati, tumor, serta perubahan perilaku. Dari sinilah, citra negatif kian melekat pada MSG.

Baca halaman selanjutnya untuk tahu fakta di balik tudingan buruk pada MSG.



Simak Video " 'Tarahu', Tahu Kriuk Renyah Kekinian Tanpa Micin"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT