5 Menu Sarapan Sehat untuk Penderita Asam Lambung

Riska Fitria - detikFood
Kamis, 03 Feb 2022 06:00 WIB
Menu sarapan untuk asam lambung
Foto: iStock
Jakarta -

Penderita asam lambung tak boleh sembarangan menyantap sarapan. Dianjurkan memilih makanan yang rendah asam dan tinggi serat agar perut tidak mulas.

Asam lambung adalah kondisi di mana empedu mengiritasi lapisan dalam saluran makanan. Penyakit ini menimbulkan rasa terbakar di dada akibat asam lambung naik ke kerongkongan.

Penyakit ini bisa disebabkan oleh pola hidup yang tak sehat. Seperti kebiasaan merokok, minum minuman beralkohol, minum kopi terlalu banyak dan sering minum minuman bersoda.

Jika sudah mengidap asam lambung, tidak bisa sembarangan saat menyantap menu makanan, terutama menu makanan sarapan. Dianjurkan menghindari mengonsumsi makanan yang tinggi kadar asam.

Dilansir dari Livestrong, berikut 5 menu sarapan sehat untuk penderita asam lambung:


1. Buah-buahan Rendah Asam

Menu sarapan untuk asam lambungApel merupakan buah-buahan yang rendah asam sehingga cocok untuk penderita asam lambung Foto: iStock

Buah-buahan memang menyehatkan, tetapi untuk penderita asam lambung ada beberapa jenis buah yang tidak disarankan untuk dikonsumsi. Buah-buahan itu adalah yang tinggi kandungan asamnya.

Misalnya nanas, jeruk, grapefruit dam kiwi. Menurut International Foundation for Gastrointestinal Disorders, buah-buahan tersebut dapat menyebabkan perut menjadi mulas.

Selain itu menurut Theological Society, buah-buahan tinggi asam bisa mengaktifkan enzim pencernaan pepsin yang dapat merusak lapisan kerongkongan.

Ada beberapa buah rendah asam yang cocok dikonsumsi oleh penderita asam lambung. Buah-buahan tersebut adalah apel, pisang, semangka dan pir.

Baca Juga: 5 Pola Makan Ini Perlu Dihindari Agar Tak Alami Nyeri Sendi

2. Daging Tanpa Lemak

Daging tanpa lemak merupakan pilihan sarapan yang tepat bagi penderita asam lambung. Sementara daging tinggi lemak dapat menurunkan tekanan sfingter esofagus bagian bawah.

Selain itu, mengonsumsi daging tinggi lemak juga membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Menurut IFFGD, daging itu dapat meningkatkan risiko refluks.

Refluks adalah penyakit gangguan pencernaan kronis. Pilihan daging rendah lemak yang disarankan adalah dada ayam dan daging kalkun tanpa kulit.