5 Pola Makan Ini Perlu Dihindari Agar Tak Alami Nyeri Sendi

Diah Afrilian - detikFood
Kamis, 13 Jan 2022 05:00 WIB
Woman holding wirst.
Foto: iStock
Jakarta -

Nyeri sendi banyak dialami orang dewasa. Mengubah pola makan menjadi lebih sehat perlu dilakukan jika tak ingin nyeri sendi semakin parah.

Nyeri otot, nyeri sendi, hingga tubuh kaku menjadi ciri-ciri yang perlu diwaspadai karena termasuk gejala asam urat. Nyeri sendi perlu dikendalikan melalui pola makan sehat.

Penyakit nyeri sendi yang dialami orang dewasa sebagian besar disebabkan oleh inflamasi yang terjadi di dalam tubuh. Maka menurut para ahli gizi dan ahli kesehatan, mengubah pola makan menjadi lebih sehat dan mengonsumsi makanan yang mampu meredakan inflamasi perlu dilakukan.

Beberapa penelitian mengungkap jenis makanan tertentu menunjukkan kemampuan yang tinggi untuk memicu inflamasi kronis. "Kami menyarankan untuk mengonsumsi kelompok makanan sehat yang mampu mengatasi nyeri sendi," kata Elaine Husein, MD, MPH selaku direktur Arthritis dan Muskuloskeletal Center di Cleveland Clinic.

Baca juga: Hindari 7 Kebiasaan Ini Agar Asam Lambung Tak Mudah Kambuh

Berikut ini 5 pola makan yang perlu dihindari untuk cegah nyeri sendi menurut Eat This, Not That (9/1):

Blue packet of crisps with cheese and spring onion flavourKeripik kentang kemasan mengandung bahan pengawet yang dapat memicu inflamasi dan menyebabkan radang sendi. Foto: iStock

1. Konsumsi Makanan Olahan

Makanan olahan yang biasanya mampu bertahan hingga berminggu-minggu biasanya menggunakan banyak bahan pengawet. Kandungan tersebut memicu inflamasi di dalam tubuh dengan cepat dan sangat berbahaya efeknya.

Makanan olahan yang diproses dalam kemasan seperti keripik kentang, kue kering dan yang lainnya harus benar-benar dihindari jika tak ingin alami nyeri sendi. "Saya mengingatkan banyak orang jika mereka memiliki makanan yang disimpan mudah busuk dalam beberapa hari, justru makanan-makanan tersebut yang harus dikonsumsi dan dinikmati," kata dr. Husni.

2. Kebiasaan Membeli Makan via Drive Thru

Makanan yang ditawarkan lewat fasilitas drive thru biasanya merupakan makanan cepat saji. Menghindari makanan cepat saji, terutama melalui kebiasaan membeli makanan pada drive thru menjadi cara cerdas untuk meminimalisir konsumsi makanan pemicu inflamasi.

Makanan cepat saji, terlebih yang digoreng, disebut sangat cepat memicu nyeri sendi pada tubuh. "Membatasi konsumsi makanan cepat saji, membatasi jumlah hidangan manis tetapi lebih penting untuk konsumsi makanan yang alami, plant based food," dr. Husni.

Baca juga: Konsumsi 5 Buah Ini untuk Lancarkan BAB yang Macet



Simak Video "Perhatikan Protokol Kesehatan Berikut Bila Makan di Restoran"
[Gambas:Video 20detik]