Minum Kopi Pakai Gula Lebih Nikmat Tapi Kurang Sehat, Ini Faktanya

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Jumat, 21 Jan 2022 07:00 WIB
Minum Kopi Pakai Gula Lebih Nikmat Tapi Kurang Sehat, Ini Faktanya Foto: Getty Images/iStockphoto/VeselovaElena
Jakarta -

Minum kopi pakai gula jadi kebiasaan banyak penikmat kopi. Penambahan gula dianggap membuat kopi lebih nikmat. Dari sisi kesehatan, seberapa buruk bahaya minum kopi pakai gula?

Secangkir kopi hangat rasanya kurang nikmat kalau tidak manis. Banyak orang setuju anggapan ini sehingga mereka menambahkan gula pasir saat minum kopi.

Jumlah gula yang ditambahkan kadang begitu banyak. Dalam secangkir kecil kopi hitam, bisa mencapai hingga 4 sendok teh gula pasir.

Di balik rasa manis yang nikmat tersebut, sebenarnya penambahan gula atau pemanis lainnya pada kopi tidak dianjurkan pakar kesehatan. Bahaya kesehatannya begitu nyata.

Mengutip Livestrong (17/1/2022), inilah serba-serbi minum kopi pakai gula, berikut risiko kesehatannya:

Gula olahan tidak sama dengan gula alami

Gula pasir, sirup, atau pemanis lain yang kamu tambahkan ke dalam kopi tidak sama dengan gula alami yang terkandung dalam makanan seperti buah dan sayur. Gula tambahan yang dipakai pada makanan atau minuman adalah produk olahan yang sifatnya kurang baik untuk kesehatan.

Gula olahan, contohnya, sirup jagung yang berasal dari jagung serta gula pasir yang berasal dari tebu. Makanan ini telah melalui banyak proses sehingga yang tersisa pada produk akhir hanya kandungan gulanya saja.

Inilah alasan mengapa menambahkan satu sendok teh gula saja atau pemanis lainnya bisa mendatangkan efek buruk untuk tubuh. Gula mempengaruhi tubuh dengan berbagai cara.

Gula memicu lonjakan gula darah

Minum Kopi Pakai Gula Lebih Nikmat Tapi Kurang Sehat, Ini FaktanyaPenambahan gula pasir pada kopi bisa memicu lonjakan gula darah dengan cepat Foto: Getty Images/iStockphoto/VeselovaElena

Zat gizi seperti serat, protein, vitamin, dan mineral memainkan peranan penting dalam tubuh. Tanpa zat gizi tersebut, tubuh tidak bisa berfungsi.

Beda halnya dengan gula tambahan dimana tubuh tidak membutuhkannya. Hal ini diungkap peneliti dalam Harvard Health Publishing.

Asupan gula tambahan yang banyak bisa memicu lonjakan gula darah dengan cepat. "Gula diserap di aliran darah. Hasilnya bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang memberi energi dengan cepat, namun sifatnya jangka pendek dan diikuti dengan penurunan gula yang ekstrem," kata ahli gizi Jennifer Schlette.

Kondisi ini menjadi sangat berisiko untuk orang-orang yang alami diabetes atau kondisi lain terkait gula darah. Namun pada populasi umum, kondisi ini tidak dianggap berbahaya.

Gula menyebabkan berat badan naik

Membicarakan gula tak bisa meninggalkan kaitannya dengan berat badan, termasuk obesitas. Peneliti mengungkap ada kaitan antara asupan gula dengan berat badan.

Menurut penelitian dalam John Hopkins Medicine, asupan gula tinggi bukan penyebab utama epidemi obesitas, namun merupakan kontributor paling tinggi untuk penambahan berat badan.

Di Amerika Serikat, misalnya, setiap hari asupan gula tambahan per orang bisa mencapai 22 sendok teh! Nilai kalorinya sama saja dengan hampir 350 kkal.

Intip halaman selanjutnya untuk tahu rekomendasi asupan gula harian dan pendapat ahli gizi soal minum kopi pakai gula.

Selanjutnya
Halaman
1 2

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com