ADVERTISEMENT

Doyan Melahap Kol Goreng? Ini 5 Bahaya Makan Kol Goreng untuk Kesehatan

Riska Fitria - detikFood
Jumat, 14 Jan 2022 11:00 WIB
Bahaya makan kol goreng
Foto: Inovasee.com
Jakarta -

Kol goreng sering jadi pelengkap makan pecel lele dan ayam penyet. Namun di balik kelezatannya, kol goreng bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

Seporsi pecel lele pasti dilengkapi dengan lalapan seperti daun kemangi, selada, timun dan kol. Semua sayuran tersebut disajikan secara mentah-mentah atau tanpa dimasak.

Namun, kini banyak warung pecel lele yang menambahkan pelengkap berupa kol goreng. Kol yang digoreng dalam minyak banyak diakui memiliki rasa yang lezat. Namun, kol goreng bisa membahayakan kesehatan.

Seorang pengguna TikTok @boki membagikan video yang memperlihatkan dirinya sedang memeras kol goreng untuk melihat kandungan minyaknya. Minyak goreng itu ditampung di dalam piring berwarna putih.

Betapa mengejutkan, kandungan minyak pada kol goreng sangat banyak bahkan hampir memenuhi piring. Hal itu membuktikan bahwa kol goreng merupakan makanan yang tidak sehat.

Berikut 5 bahaya kesehatan jika sering makan kol goreng:

1. Meningkatkan Kalori

Bahaya makan kol gorengBahaya makan kol goreng bisa meningkatkan kalori Foto: Shutterstock

Sebenarnya kol merupakan sayuran yang rendah kalori, jika dikonsumsi mentah. Dalam 100 gram kol mengandung 22 kalori. Itu karena 92% dari seluruh berat kol merupakan air.

Namun, berbeda dengan kol yang sudah digoreng. Ketika digoreng, kol akan menyerap banyak minyak. Dengan proses itu tentu membuat kol mengandung lebih baik kalori.

Selain itu, kol goreng juga mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh dan kalori itulah yang nantinya dapat berimbas pada gangguan kesehatan.

Baca Juga: Hati-hati! Sering Makan Kol Goreng Bisa Picu Kanker Lho!

2. Merusak Kandungan Nutrisi

Kol kaya akan nutrisi. Dalam 100 gram kol segar mengandung 2,1 gram protein, 3,6 gram karbohidrat dan 0,5 gram lemak. Selain itu, kol juga mengandung serat dan vitamin.

Mulai dari vitamin C, B Kompleks, K lengkap dengan mineral. Dengan menggoreng kol bisa merusak kandungan nutrisi tersebut, seperti yang dikutip dari Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Sebagai pengganti, ahli gizi menyarankan untuk memasak kol dengan cara menumis, mengukus, merebus atau dimakan mentah-mentah untuk mendapatkan nutrisinya.

3. Menyebabkan Kanker

Bahaya makan kol gorengBahaya makan kol goreng bisa menyebabkan kanker Foto: iStock

Pada dasarnya kol memiliki senyawa antikanker yang disebut sulphoraphane. Senyawa itu berperan menghambat histone deacetylase, enzim yang menyebabkan kanker.

Sementara itu, proses penggorengan kol terlalu lama dapat merangsang munculnya senyawa amina heterosiklik yang bersifat karsinogenik. Senyawa ini lah yang menyebabkan kanker.

Baca Juga: Modal Rp 1.000 Saja Bisa Makan Nasi Goreng hingga Soto Ayam

4. Berbahaya Kesehatan Kulit

Kulit membutuhkan semua nutrisi yang terkandung dalam kol. Namun, kol yang digoreng justru dapat berperan sebaliknya, yakni merusak kesehatan kulit.

Alhasil kulit wajah tampak kusam, berminyak dan berjerawat, seperti yang dikutip dari Orami.co. Selain itu, kol goreng dapat menambah sel mati pada kulit.

Kondisi itu dapat berimbas meningkatkan risiko penuaan dini. Wajah pun tampak tidak berseri meskipun masih muda usia.

5. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Kol gorengBahaya makan kol goreng bisa menyebabkan penyakit jantung Foto: Shutterstock

Mengonsumsi kol goreng juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Ketika kol dipanaskan melampaui titik asapnya, makan struktur kimia pada minyaknya akan berubah.

Jika minyak digunakan secara berulang, itu juga bisa mengubah minyak menjadi lemak trans. Lemak trans tidak hanya meningkatkan kolesterol, tetapi juga memicu pembentukan plak pada pembuluh darah.

Nantinya, plak tersebut akan menghambat aliran darah, sehingga menyebabkan berbagai penyakit seperti stroke hingga penyakit jantung.

Baca Juga: Pencinta Mie, Ini 10 Resep Mie Goreng ala Restoran yang Gampang Dibuat

(raf/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT