Makanan Tinggi Garam Picu Kenaikan Berat Badan? Ini Kata Ahli

Yenny Mustika Sari - detikFood Jumat, 19 Nov 2021 09:00 WIB
makanan tinggi garam disebut memicu kenaikan berat badan Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Naiknya berat badan sering dikaitkan dengan konsumsi makanan tinggi garam yang berlebihan. Apakah efek yang terjadi pada tubuh? Berikut penjelasan ahli.

Garam adalah salah satu bahan makanan yang umum digunakan dalam memasak. Dengan menambahkan garam, makanan yang kita masak jadi memiliki rasa yang sedap.

Garam diketahui mengandung sodium. Zat ini juga dibutuhkan untuk menunjang kesehatan tubuh, seperti memperlancar alirah darah dan cairan dalam tubuh, mengantarkan asupan nutrisi, hingga meningkatkan fungsi sel saraf.

Walaupun dibutuhkan oleh tubuh, namun garam juga dapat menyebabkan masalah kesehatan kalau dikonsumsi secara berlebihan. Seperti halnya stroke, penyakit jantung, hingga autoimun.

makanan tinggi garam disebut memicu kenaikan berat badanmakanan tinggi garam disebut memicu kenaikan berat badan Foto: Getty Images/iStockphoto

Baca Juga: Netizen Heboh Lihat Penjual Siomay Ganteng, Ini Faktanya

Dilansir dari Health Line (11/5), mengonsumsi makanan tinggi garam juga disebut dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Oleh karenanya, makanan tinggi garam perlu dihindari kalau ingin menurunkan berat badan.

Ternyata kelebihan garam dapat membuat tubuh kita banyak menahan air. Sebuah studi belum lama ini menemukan bahwa asupan garam yang tinggi dapat meningkatkan rasa haus, hal ini membuat orang banyak minum.

Namun, volume urin tidak berubah, artinya cairan ekstra ini tertinggal di dalam tubuh yang menyebabkan berat badan dapat bertambah. Inilah sebabnya mengapa beberapa orang melaporkan merasa bengkak setelah mengonsumsi makanan yang tinggi garam.

Baca Juga: Ridwan Kamil Suguhi Menlu Inggris Es Cendol Elizabeth, Ini Sejarahnya!

makanan tinggi garam disebut memicu kenaikan berat badanmakanan tinggi garam disebut memicu kenaikan berat badan Foto: Getty Images/iStockphoto

Makanan tinggi garam mudah ditemui dalam keseharian. Seperti mie instan, makanan cepat saji, camilan, hingga makanan kaleng.

Retensi cairan yang bertahan dalam tubuh ini umumnya hanya bersifat sementara. Biasanya akan kembali normal setelah beberapa hari.

Menurut Dietary Guidelines for Americans terdapat batasan konsumsi garam per hari. Untuk orang dewasa batasnya kurang dari 2.300 mg garam atau sodium per hari. Asupan itu setara dengan 1 sendok teh garam.

Baca Juga: Pribadi Coffee, Kafe Rasa Bali di Jakarta yang Punya Pizza dan Mocktail Enak



Simak Video "Minum Kopi Bisa Bantu Turunkan Berat Badan?"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com