5 Pola Makan Sehat Sesuai Perubahan Zaman

Devi Setya - detikFood Rabu, 06 Okt 2021 08:30 WIB
Detox Water with citruses and rosemary Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Tren kuliner selalu berubah mengikuti zaman, demikian juga dengan pola makan sehat yang direkomendasikan oleh ahli gizi. Meskipun berubah, pola makan ini tetaplah mengacu pada konsumsi makanan seimbang.

Sama halnya seperti mode dan kecantikan, ahli gizi mengatakan tren makanan berubah menjadi lebih baik seiring dengan perkembangan zaman. Seseorang harus mengasup berbagai makanan sebagai sumber nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Dilansir dari Real Simpel (4/10) diungkapkan pada 1950-an, mengonsumsi daging merah yang dipadukan dengan kentang dan susu dianggap sebagai standar makanan sehat. Tapi kini tidak lagi karena lebih disarankan untuk mengasup kombinasi makanan komplek.

Olivia Audrey, dokter herbal bersertifikat sekaligus pakar nutrisi mengatakan, perubahan pola makan yang disarankan ahli gizi ini karena ilmu pengetahuan yang semakin berkembang.

"Karena ilmu pengetahuan telah menemukan hubungan antara peradangan kronis yang disebabkan oleh konsumsi daging dan susu yang merupakan kontributor utama peradangan. Kami telah mengungkapkan bahwa mengubah cara kita makan dapat membuat harapan hidup orang jadi lebih panjang," jelas Audrey.

Berikut pola makan zaman dulu dan sekarang yang mengalami perubahan:

1. Dahulu makan lima jenis sumber nabati

Dahulu para ahli gizi menyarankan untuk makan lima jenis sumber nabati, termasuk jenis buah dan sayuran. Ternyata kebiasaan ini menjadikan tubuh kekurangan nutrisi.

Megan Rossi, PhD, RD, penulis buku Love Your Gut mengatakan "Aturan makan lima jenis sumber nabati sama saja mengabaikan kebutuhan triliunan mikroba (termasuk bakteri) yang hidup di usus kita, karena mereka semua membutuhkan pasokan nutrisi yang beragam untuk berkembang."

Menurut Rossi, bakteri dalam usus berkaitan dengan kesehatan hampir semua organ tubuh lainnya, termasuk jantung, kulit, dan otak. "Semakin beragam mikroba usus Anda, semakin kuat sistem kekebalan tubuh kita, meningkatkan ketahanan kita terhadap infeksi, menyeimbangkan gula darah, menurunkan lemak darah, dan membantu melindungi dari banyak penyakit."

Saat ini aturannya berubah, sekarang ahli gizi menyarankan untuk mengonsumsi 30 jenis tumbuhan dalam seminggu. Termasuk diantaranya buah-buahan, sayuran, bijian dan kacang-kacangan. Semakin banyak sumber nabati yang dimakan maka mikroorganisme dalam usus semakin beragam.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Sensasi Dine In 30 Menit Pas PPKM, Gimana Rasanya?"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com