5 Makanan Ini Tingkatkan Risiko Demensia, Waspadai Konsumsinya

Diah Afrilian - detikFood Jumat, 01 Okt 2021 07:00 WIB
5 Makanan Ini Tingkatkan Risiko Demensia, Waspadai Konsumsinya Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Penurunan daya ingat atau demensia besar peluangnya untuk terjadi pada orang dewasa. Lima makanan ini disebut ahli dapat meningkatkan risiko demensia.

Demensia adalah kondisi dimana otak mengalami penurunan kemampuannya untuk mengingat. Mulai dari sering lupa hingga kehilangan ingatan akan mulai dirasakan seiring bertambahnya usia pada orang dewasa.

Pengobatan dan perawatan medis memang diakui dapat membantu mengurangi gejala demensia yang muncul dan dirasakan oleh orang dewasa. Ternyata para ahli mengungkapkan bahwa demensia dapat dicegah dengan cara mengurangi atau berhenti mengonsumsi beberapa makanan tertentu.

Makanan tinggi lemak dan tinggi kalori diklaim menjadi daftar makanan terburuk yang bisa tingkatkan risiko demensia. Para ahli kesehatan begitu menganjurkan untuk mengurangi atau bahkan menghentikan beberapa makanan guna mencegah dan meminimalisir risiko demensia pada orang dewasa.

Berikut ini 5 makanan yang dapat tingkatkan risiko demensia menurut Express UK (26/9):

5 Makanan Ini Tingkatkan Risiko Demensia, Waspadai Konsumsinya5 Makanan Ini Tingkatkan Risiko Demensia, Waspadai Konsumsinya Foto: Getty Images/iStockphoto

1. Gorengan dan Makanan Cepat Saji

Makanan berkalori tinggi ini sama sekali tidak diberi tempat oleh para ahli untuk dimasukkan ke dalam pola diet. Konsumsi gorengan ataupun makanan cepat saji sangat dibatasi dan disarakan tidak lebih dari satu kali dalam seminggu.

Pola diet MIND, yang mengombinasikan dua pola diet untuk menurunkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, sangat melarang konsumsi makanan yang digoreng dalam minyak lebih dari satu kali dalam seminggu. Tidak hanya kandungan lemak yang tidak sehat, gorengan dan makanan cepat saji ini berisiko untuk meningkatkan kadar kolesterol.

Konsumsi gorengan dan makanan cepat saji ini juga dikaitkan dengan peningkatan penyakit jantung. Efek jangka panjangnya juga ditemukan berkaitan dengan kegagalan fungsi kognitif pada otak juga.

Baca juga: 7 Makanan Enak untuk Ketajaman Otak dan Cegah Kepikunan

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com