ADVERTISEMENT

5 Makanan yang Buruk untuk Ginjal, Jangan Sering-sering Dikonsumsi

Sonia Basoni - detikFood
Kamis, 29 Jul 2021 07:00 WIB
Toast with sliced avocado topping, basil leaf and seasoning.
Foto: iStock
Jakarta -

Ginjal merupakan organ penting untuk membersihkan darah. Agar kesehatannya terjaga, hindari jenis makanan yang buruk untuk kinerja ginjal.

Ginjal mem[unyai tugas penting dalam menjaga kualitas darah. Berfungsi menyaring dan membuang kotoran yang ada di dalam darah. Setidaknya ginjal harus menyaring sekitar 200 liter darah setiap harinya.

Ginjal yang sehat tentunya bisa menjaga sel darah dalam tubuh tetap sehat. Tapi untuk menjaga kinerja ginjal kamu perlu menjaga pola makan. Di antaranya dengan menghindari beberapa makanan yang dapat berpengaruh pada kesehatan ginjal.

Dilansir dari The List (28/07), berikut lima makanan yang buruk untuk ginjal.

Baca Juga: 7 Makanan dan Minuman yang Buruk Untuk Kesehatan Hati

1. Daging Olahan

Cara Simpan Daging Kurban dan Sisa Olahan Idul Adha agar Awet KualitasnyaDaging Olahan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Qwart

Daging olahan jenisnya cukup banyak. Seperti sosis, daging asap, bacon hingga daging patty untuk burger. Semua produk daging olahan ini bisa dengan mudah ditemukan di supermarket dan mudah diolah, rasanya juga enak.

Tapi dibalik semua kelezatan makanan ini, tersimpan banyak kandungan sodium hingga protein yang cukup berdampak pada kesehatan ginjal. Menurut data yang dihimpun dari The List, hampir semua produk daging olahan mengandung pengawet yang membuat ginjal bekerja lebih keras karena tingginya kandungan garam.

Selain itu dari data National Kidney Foundation disebutkan protein dari daging hewan bisa memicu tingginya kadar asam pada darah yang berbahaya untuk ginjal jika dikonsumsi berlebihan. Batasi konsumsi daging olahan dan perbanyak konsumsi buah dan sayuran bernutrisi.

2. Alpukat

Avocado on old wooden table in bowl. Halfs of avocados fresh fruits healthy food.Avocado on old wooden table in bowl. Halfs of avocados fresh fruits healthy food. Foto: iStock

Alpukat memang mengandung banyak manfaat dan nutrisi. Buah kekinian yang disukai kaum millennial ini ternyata masuk ke dalam daftar makanan yang sebaiknya dihindari, karena tidak terlalu sehat untuk organ ginjal.

Bukan tanpa sebab alpukat disebut kurang sehat untuk ginjal. Buah ini mengandung potasium yang tinggi, sekitar 727 mg potassium dalam satu porsi buah alpukat. Kandungan ini dua kali lebih banyak dari kadar potasium dalam pisang, yang sering kali dianggap sebagai sumber mineral.

"Walau potassium ini kandungannya sangat baik untuk tubuh. Tapi bagi orang-orang yang ginjalnya bermasalah, tentu ginjalnya akan kesulitan membuang kelebihan potasium dari darah, yang tentunya berbahaya untuk tubuh," tulis The List.

3. Makanan Tinggi Garam

Makanan Asin Foto: iStock

Hindari konsumsi makanan yang asin secara berlebihan. Karena kandungan garam ini yang memainkan peran penting yang berimbas pada kesehatan ginjal.

Seperti yang diketahui sebelumnya, mengonsumsi terlalu banyak garam bisa menimbulkan berbagai penyakit. Salah satunya masalah pada ginjal.

Hal ini disebabkan ketika tubuh menyerap sodium terlalu banyak, maka ginjal akan bekerja lebih keras untuk menyaringnya dari darah dan mengeluarkannya lewat urin.

4. Produk Olahan Susu

perbedaan natural cheese dan processed cheeseProduk olahan susu Foto: iStock / detikFood Diah Afrilian

Dairy product atau produk olahan susu merupakan salah satu makanan yang harus dihindari, karena tidak terlalu bagus untuk ginjal. Sama seperti alpukat, produk olahan susu secara keseluruhan memang baik untuk kesehatan.

Dibalik manfaat nutrisi produk olahan susu, jenis makanan ini mengandung fosfor yang cukup tinggi. Semakin banyak fosfor yang masuk ke tubuh, maka bisa memberikan tekanan pada organ ginjal.

Terutama pada ginjal yang tidak bisa berfungsi optimal. Kelebihan kandungan fosfor di aliran darah, bisa menyebabkan beberapa keluhan pada tubuh seperti mual, muntah, lemas hingga sesak napas.


5. Kentang dan Ubi

raw potatoraw potato Foto: Getty Images/iStockphoto/margouillatphotos

Kentang dan ubi merupakan sumber karbohidrat alternatif yang mengenyangkan. Tapi sayangnya kandungan potasium pada kentang dan ubi cukup tinggi.

Tingginya kandungan potasium pada kentang dan ubi sebaiknya dihindari untuk orang-orang yang menderita gangguan ginjal, hingga masalah kesehatan ginjal lainnya.

Salah satu cara untuk mengurangi kandungan potassium bisa dengan merendam kentang selama empat jam sebelum dimasak. Rendaman ini bisa mengurangi kadar potassium sebelum dimasak.

Baca Juga: 5 Makanan yang Buruk Untuk Kesehatan Paru-paru, Batasi Konsumsinya



Simak Video "Makan Nasi Padang Murah Meriah di Dekat Bandara Soetta"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT