Sarapan dengan Makanan Berlemak Ternyata Tak Seburuk yang Diduga

Sonia Basoni - detikFood Minggu, 30 Mei 2021 07:00 WIB
happy pregnant woman eats healthy food vegetable salad on the sofa at home Foto: iStock
Jakarta -

Makanan berlemak seringkali dihindari saat sarapan. Padahal menurut penelitian terbaru ternyata sarapan dengan makanan berlemak tak seburuk yang diduga.

Menu sarapan yang mengandung gorengan sampai daging berlemak memang enak dan menggugah selera. Tapi banyak orang yang menghindarinya karena dianggap sebagai menu sarapan tak sehat.

Baca Juga: 5 Sarapan Rendah Kalori yang Enak, Bisa Turun BB Tanpa Diet

Dilansir dari Daily Mail UK (29/05), menurut penelitian terbaru dari Medical University di Harbin, China. Mereka menemukan fakta yang mengejutkan dari konsumsi makanan berlemak saat sarapan.

Beberapa peneliti, menganalisa pola makan 27.911 orang dewasa di Amerika. Lengkap dengan informasi riwayat kesehatan sampai kebiasaan makan mereka. Di sana para peneliti menemukan adanya kaitan antara pola makan dan penyakit jantung.

Dari data yang terkumpul, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang menyantap makanan berlemak, termasuk daging olahan, dan daging dengan lemak tinggi untuk makan malam. Memiliki risiko lebih tinggi terserang penyakit jantung, dibandingkan mereka yang menyantap makanan berlemak saat sarapan.

happy pregnant woman eats healthy food vegetable salad on the sofa at homeMenu Sarapan Berlemak Foto: iStock

Hasil ini dihimpun setelah peneliti mengamati para peserta selama dua hari berturut-turut. Diketahui sebelumnya bahwa penyakit kardiovaskular seperti gagal jantung, serangan jantung, sampai stroke merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia.

Penyakit ini setidaknya merenggut 17,9 juta nyawa di dunia setiap tahunnya.

Memang para peneliti menekankan bahwa makanan berlemak, makanan olahan, gorengan serta makanan manis bisa meningkatkan kadar kolesterol. Di mana hal ini bisa memicu risiko terkena penyakit jantung lebih tinggi.

Tapi efeknya pada kesehatan, jauh lebih baik memakan makanan berlemak di pagi hari dibandingkan saat makan malam. Tentunya menu sarapan berlemak ini harus diimbangi dengan pola diet seimbang.

Seperti menambah asupan sayuran dan buah-buahan yang bernutrisi. Membatasi atau mengurangi porsi menyantap makanan berlemak, untuk menurunkan risiko terserang penyakit jantung.

Penelitian ini menunjukkan bahwa waktu makan dengan pemilihan makanan, merupakan faktor penting untuk menurunkan risiko terserang penyakit jantung," jelas Ying Li, salah satu peneliti di Medical University.

Nasi Pindang Kudus & Soto Gajah MadaMenu Sarapan Daging Foto: detikFood

"Penelitian kami menemukan bahwa orang-orang yang menyantap sayuran dan buah-buahan, dengan karbohidrat utuh. Memiliki risiko yang lebih rendah sebesar 10% untuk terserang penyakit jantung. Kami selalu menyarankan orang-orang untuk tetap menerapkan pola makan sehat. Terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi terserang penyakit jantung," lanjutnya.

Mereka juga menekankan bahwa lebih banyak manfaat kesehatan yang di dapat, jika tubuh mengkonsumsi banyak makanan saat sarapan. Dibandingkan makan banyak saat malam hari. Apalagi bagi orang-orang yang memiliki berat badan berlebih atau penderita diabetes.

Sementara pada tahun 2018 sendiri, salah satu penelitian dari Tel Aviv University menyebutkan bahwa menu sarapan yang banyak. Diimbangi dengan porsi makan siang normal, serta porsi makan malam yang minimalis. Merupakan kunci untuk hidup sehat.

Penting juga untuk tidak melewatkan sarapan di pagi hari. Karena sarapan sendiri memiliki banyak manfaat kesehatan untuk tubuh. Mulai dari menambah energi, sampai memberikan asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Baca Juga: Rutin Sarapan Bisa Perkuat Imunitas dan Stamina Tubuh



Simak Video "Jaga Daya Tahan Tubuh Keluarga dengan Sarapan Berenergi Lengkap"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com