Waspadai 6 Tanda Tubuh Kekurangan Karbohidrat

Diah Afrilian - detikFood Minggu, 30 Mei 2021 06:00 WIB
Waspadai 6 Tanda Tubuh Kekurangan Karbohidrat Foto: iStock
Jakarta -

Karbohidrat merupakan elemen nutrisi yang juga harus dipenuhi kecukupannya. Begini enam sinyal yang diberikan tubuh jika kekurangan karbohidrat.

Karbohidrat cukup banyak dihindari oleh orang-orang terutama mereka yang sedang menjalankan program diet untuk menurunkan berat badan. Banyak pemikiran yang menganggap karbohidrat hanya akan menghambat proses penurunan berat badan.

Sebenarnya karbohidrat merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk memproduksi energi. Karbohidrat juga memiliki banyak pilihan lain termasuk beberapa bahan makanan yang lebih sehat yang bisa menjadi alternatif bagi mereka yang tengah menjalani proses penurunan berat badan.

Fakta lainnya juga mengatakan bahwa karbohidrat kompleks justru memiliki kandungan serta yang tinggi yang dapat membantu mengendalikan berat badan, mengurangi inflamasi dan memberikan kesehatan jangka panjang yang baik. Kamu perlu memerhatikan tanda-tanda kekurangan karbohidrat yang mungkin saja diberikan oleh tubuhmu.

Berikut ini 6 tanda kekurangan karbohidrat yang perlu diperhatikan menurut Livestrong (24/5).

Waspadai 6 Tanda Tubuh Kekurangan KarbohidratWaspadai 6 Tanda Tubuh Kekurangan Karbohidrat Foto: iStock

1. Massa Tubuh yang Tidak Sesuai

Massa tubuh sangat dipengaruhi dengan sistem pencernaan. Ketika sistem pencernaan sedang tidak seimbang, massa tubuh akan terganggu dan tidak menjadi normal.

Biji-bijian utuh seperti gandum utuh, buah-buahan dan sayuran memiliki serat yang cukup baik untuk menjaga agar pencernaan tetap bergerak dengan semestinya. Jika pencernaan lancar maka tidak akan ada sisa makanan yang mengendap. Kekurangan serat dari karbohidrat juga dikaitkan dengan penyakit sindrom iritasi usus yang cukup berbahaya.

Baca juga: 5 Tanda Tubuh Kelebihan Asupan Karbohidrat

2. Merasa Lapar Terus Menerus

Ngemil dalam jumlah yang tidak terlalu banyak masih diperbolehkan dan tidak dianggap sebagai kebiasaan yang buruk. Tetapi jika rasa ingin ngemil terus menerus terasa dan tidak hilang walaupun setelah makan berat, hal tersebut harus diwaspadai.

"Tidak mengonsumsi karbohidrat yang cukup dapat memicu hormon rasa lapar yaitu ghrelin, yang mana hormon ini hanya bisa diseimbangkan oleh karbohidrat, protein dan lemak," kata Dandrea-Russert selaku ahli gizi.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Bakwan Jagung Cakalang Saus Spicymayorasi"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com