7 Makanan untuk Penderita Anemia, yang Harus Dikonsumsi dan Dihindari

Diah Afrilian - detikFood Jumat, 21 Mei 2021 05:00 WIB
ilustrasi kedelai Foto: thinkstock

3. Susu

ilustrasi susu bubukFoto: iStock

Susu menjadi bahan makanan yang dikenal memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan harian tubuh. Ternyata kalsium menjadi mineral penting yang punya manfaat untuk memaksimalkan penyerapan zat besi dari makanan.

Kalsium merupakan mineral penting dari bagian pola makan sehat. Konsumsi susu menjadi strategi terbaik untuk melawan gejala anemia agar tidak semakin parah. Konsumsi susu beberapa jam sebelum dan setelah makan terbukti dapat memaksimalkan penyerapan zat besi dari makanan oleh tubuh.

4. Teh

Teh memiliki kandungan yang hampir serupa dengan kopi. Teh juga memiliki kandungan polifenol yang cukup tinggi. Sebagaimana dikatakn bahwa polifenol menjadi nutrisi yang dapat mencegah dan mengganggu penyerapan serta penyimpanan zat besi dalam tubuh.


Tak hanya polifenol, teh juga memiliki kandungan mineral yang bernama tanin yang juga dapat mengganggu penyerapan zat besi. Anehnya efek tersebut justru tidak ditemukan pada teh hitam dan te herbal. Efek menghambat penyerapan zat besi hanya baru terjadi jika kamu minum teh setelah makan.

Baca juga: 7 Buah Penambah Darah Alami untuk Cegah Anemia

5. Kedelai

ilustrasi kedelaiFoto: iStock

Kedelai dikatakan sebagai sumber bahan makanan nabati yang cukup membingungkan terkait hubungannya dengan zat besi. Secara alami, kedelai memiliki kandungan zat besi yang cukup baik tetapi kedelai juga memiliki kandungan fitat di sisi lainnya. Kandungan fitat inilah yang kemudian dapat mengganggu penyerapan zat besi oleh tubuh.

Tak hanya fitat, protein yang tinggi pada kedelai juga diketahui dapat mencegah penyerapan zat besi oleh tubuh. Produk kedelai yang difermentasi seperti tahu, tempe dan miso justru memiliki bioavailabilitas zat besi yang baik. Sementara di sisi lain, kecap dianggap dapat meningkatkan penyerapan zat besi dalam makanan.

6. Minyak Zaitun

Jenis minyak yang diketahui sangat baik untuk kesehatan jantung ini justru bukan menjadi bahan makanan yang cukup baik untuk penderita anemia. Minyak zaitun kaya akan polifenol yang bernama quercetin yang dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh.

Faktanya, pengurangan kadar zat besi itu sendiri justru dikaitkan dengan efek perlindungan kardiovaskular yang baik yang berasal dari minyak zaitun. Uniknya, kandunganpolifenol pada minyak zaitun hanya berdampak pada zat besi yang berasal dari bahan nabati dan tidak berdampak pada zat besi yang berasal dari bahan hewani.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com