7 Makanan untuk Penderita Anemia, yang Harus Dikonsumsi dan Dihindari

7 Makanan untuk Penderita Anemia, yang Harus Dikonsumsi dan Dihindari

Diah Afrilian - detikFood
Jumat, 21 Mei 2021 05:00 WIB
ilustrasi kedelai
Foto: thinkstock
Jakarta -

Penderita anemia perlu mengasup makanan dengan tepat. Ada makanan yang harus dikonsumsi dan ada juga yang harus dihindari. Berikut daftarnya!

Anemia merupakan kondisi dimana tubuh tidak memiliki sel darah merah yang cukup sehat. Anemia merupakan hasil dari kekurangan sel darah merah atau disfungsi produksi sel darah merah dalam tubuh.

Anemia ini biasanya akan merujuk pada kurangnya oksigen yang dialirkan ke seluruh tubuh akibat sel darah merah yang tidak tercukupi. Gejala yang dirasakan oleh penderita anemia ini seperti merasa lesu, tubuh yang melemah, mudah lelah, cepat letih hingga sakit kepala dan pandangan yang kabur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengatasi agar gejala anemia tak semakin parah sebenarnya bisa disesuaikan melalui pola makan. Beberapa makanan disarankan untuk dikonsumsi serta beberapa lainnya disarankan untuk dihindari.

Berikut ini 7 makanan yang baik dikonsumsi dan harus dihindari untuk penderita anemia menurut MSN Lifestyle (19/5).

ilustrasi biji kopiFoto: iStock

1. Kopi

Kopi dikaitkan dengan efek mengganggu penyerapan dan bahkan penyimpanan zat besi yang ada pada tubuh. Tetapi efek ini ternyata bukan disebabkan oleh kafein.

ADVERTISEMENT

Polifenol menjadi senyawa yang sangat berpengaruh pada gangguan penyerapan dan penyimpanan zat besi oleh tubuh. Jika efek ini disebabkan oleh polifenol dan bukan kafein, artinya kopi decaf sekalipun harus dihindari oleh penderita anemia.

Baca juga: Hari Gizi Nasional, 7 Makanan Cegah Anemia yang Bisa Nambah Darah

2. Telur

Kuning telur diketahui memiliki kandungan zat besi yang tinggi dan terbentuk secara alami. Sayangnya, telur juga memiliki protein yang bernama phostivin yang dapat menyebabkan kegagalan penyerapan zat besi makanan yang lainnya.

Mengonsumsi telur dalam jumlah banyak akan membuat tubuh menjadi sulit untuk menyerap zat besi dari makanan lain kecuali telur itu sendiri. Cara menyiasati pencegahan penyerapan zat besi ini adalah mengonsumsi asamaskorbat yang ada pada vitamin C untuk membantu melepaskan zat besi yang tertahan olehphostivin. Salah satu caranya dengan makanomelet dengan jus jeruk di pagi hari.

3. Susu

ilustrasi susu bubukFoto: iStock

Susu menjadi bahan makanan yang dikenal memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan harian tubuh. Ternyata kalsium menjadi mineral penting yang punya manfaat untuk memaksimalkan penyerapan zat besi dari makanan.

Kalsium merupakan mineral penting dari bagian pola makan sehat. Konsumsi susu menjadi strategi terbaik untuk melawan gejala anemia agar tidak semakin parah. Konsumsi susu beberapa jam sebelum dan setelah makan terbukti dapat memaksimalkan penyerapan zat besi dari makanan oleh tubuh.

4. Teh

Teh memiliki kandungan yang hampir serupa dengan kopi. Teh juga memiliki kandungan polifenol yang cukup tinggi. Sebagaimana dikatakn bahwa polifenol menjadi nutrisi yang dapat mencegah dan mengganggu penyerapan serta penyimpanan zat besi dalam tubuh.


Tak hanya polifenol, teh juga memiliki kandungan mineral yang bernama tanin yang juga dapat mengganggu penyerapan zat besi. Anehnya efek tersebut justru tidak ditemukan pada teh hitam dan te herbal. Efek menghambat penyerapan zat besi hanya baru terjadi jika kamu minum teh setelah makan.

Baca juga: 7 Buah Penambah Darah Alami untuk Cegah Anemia

5. Kedelai

ilustrasi kedelaiFoto: iStock

Kedelai dikatakan sebagai sumber bahan makanan nabati yang cukup membingungkan terkait hubungannya dengan zat besi. Secara alami, kedelai memiliki kandungan zat besi yang cukup baik tetapi kedelai juga memiliki kandungan fitat di sisi lainnya. Kandungan fitat inilah yang kemudian dapat mengganggu penyerapan zat besi oleh tubuh.

Tak hanya fitat, protein yang tinggi pada kedelai juga diketahui dapat mencegah penyerapan zat besi oleh tubuh. Produk kedelai yang difermentasi seperti tahu, tempe dan miso justru memiliki bioavailabilitas zat besi yang baik. Sementara di sisi lain, kecap dianggap dapat meningkatkan penyerapan zat besi dalam makanan.

6. Minyak Zaitun

Jenis minyak yang diketahui sangat baik untuk kesehatan jantung ini justru bukan menjadi bahan makanan yang cukup baik untuk penderita anemia. Minyak zaitun kaya akan polifenol yang bernama quercetin yang dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh.

Faktanya, pengurangan kadar zat besi itu sendiri justru dikaitkan dengan efek perlindungan kardiovaskular yang baik yang berasal dari minyak zaitun. Uniknya, kandunganpolifenol pada minyak zaitun hanya berdampak pada zat besi yang berasal dari bahan nabati dan tidak berdampak pada zat besi yang berasal dari bahan hewani.

7. Kunyit

Spa Kecantikan Pisang KunyitFoto: iStock

Kunyit merupakan salah satu dari beberapa herbal yang memiliki kandungan polifenol yang sangat baik. Kandungan polifenolnya tersebut membuat kunyit sangat kuat untuk mencegah penyerapan zat besi dalam tubuh.

Kunyit juga memiliki kandungan curcumin yang dapat mengikat zat besi dan efeknya dapat menurunkan kadar dan penyimpanan zat besi di dalam tubuh. Kunyit yang dipercaya ampuh untuk mengatasi inflamasi justru memiliki potensi yang dapat memperburuk defisiensi zat besi pada penderita anemia.

Baca juga: 5 Makanan Penambah Darah yang Enak untuk Pengidap Anemia

Halaman 2 dari 3
(dfl/odi)

Hide Ads