Konsumsi Gorengan Terbukti Picu Penyakit Jantung, Ini Kata Ahli

Diah Afrilian - detikFood Senin, 25 Jan 2021 12:30 WIB
Ilustrasi serangan jantung Foto: Freepik
Jakarta -

Gorengan menjadi makanan favorit banyak orang Indonesia. Tapi hati-hati dalam mengonsumsinya karena gorengan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Gorengan atau makanan yang dimasak dengan cara digoreng sebagian besar menggunakan banyak minyak saat proses memasaknya. Minyak goreng ternyata mengandung lemak yang tidak baik untuk kesehatan jika dikonsumsi terlalu banyak.

Minyak kelapa atau yang biasanya digunakan sebagai minyak untuk menggoreng ini bahkan mengandung sekitar 90% lemak jenuh di dalamnya. Lemak jenuh merupakan lemak yang memiliki dampak yang cukup buruk bagi kesehatan.

Bahkan, minyak goreng terbukti berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, stroke dan masalah kesehatan jantung lainnya yang cukup serius. Hal ini telah dibuktikan secara ilmiah melalui penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Heart.

Tahu dan Tempe Kembali Ada di Tukang Gorengan Gorengan Foto: Vadhia Lidyana/detikcom

Dilansir dari Science Daily (18/1), risiko masalah serius pada jantung akan bertambah jika konsumsi gorengan melebihi 114 gram dalam seminggu. Hal ini ditemukan setelah penelitian yang dilakukan pada April 2020 lalu. Berikut penjelasannya.

Baca Juga: Setelah Makan Banyak Gorengan, Konsumsilah 5 Makanan dan Minuman Ini

Hidangan yang dimasak dengan cara digoreng tentunya tidak menjamin kesehatan jantung yang baik. Tetapi para peneliti masih penasaran dengan apa yang sebenarnya menjadi penyebab utama kontribusi gorengan terhadap peningkatan risiko penyakit jantung.

Para peneliti mengumpulkan data dengan melibatkan 562.445 peserta dan 36.727 penderita kardiovaskular utama seperti serangan jantung atau stroke. Tujuannya untuk menilai risiko penyakit kardiovaskular. Dan mereka mengumpulkan data yang melibatkan 754.873 peserta dan 85.906 kematian selama 9,5 tahun untuk menilai hubungan potensial antara konsumsi makanan yang digoreng dengan kematian akibat penyakit kardiovaskular dan dari penyebab apa pun.

Hasil analisis menunjukkan peserta yang mengonsumsi lebih banyak gorengan terkait dengan peningkatan 28% risiko gangguan kardiovaskular, 22% jantung koroner dan 37% gagal jantung. Risiko ini meningkat masing-masing sebesar 3%, 2% dan 12% ketika porsi konsumsi gorengan mingguan ditambah sebanyak 114 gram.

Heart attack symptomHeart attack symptom Foto: thinkstock

Hubungan antara konsumsi gorengan dengan penyakit ini ditemukan ketika peserta penelitian dipelajari dari berbagai karakteristik penelitian dan individunya. Hubungan lainnya ditemukan antara konsumsi makanan yang digoreng dengan penyakit kardiovaskular utama, jantung koroner serta gagal jantung.

Beberapa penelitian hanya mencakup satu jenis makanan goreng seperti hanya ikan goreng, kentang goreng atau makanan ringan lainnya. Sayangnya, penelitian ini belum mencakup efek yang ditimbulkan akibat makanan utama yang diolah dengan cara digoreng.

Tidak ada kaitan yang ditemukan untuk kematian akibat penyakit kardiovaskular atau dari penyebab lainnya. Tetapi ini bisa saja disebabkan oleh jumlah keterlibatan yang masih relatif kecil.

Deep fried spring rolls and vegetables on plateDeep fried spring rolls and vegetables on plate Foto: iStock

Bentuk penelitian ini menggunakan objek penelitian yang sangat bervariasi. Misalnya ingatan peserta terkait makanan yang mereka konsumsi serta faktor personal yang dimiliki peserta. Keduanya perlu diwaspadai oleh peneliti.

Makanan yang digoreng tidak bisa dikatakan sebagai faktor yang sepenuhnya memengaruhi penyakit kardiovaskular, tetapi beberapa analisis menunjukkan hasil adanya kemungkinan.

Makanan yang digoreng memang dapat meningkatkan asupan energi karena kandungan lemak dan produksi asam lemak trans. Tetapi kandungan ini jauh lebih berbahaya jika dibandingkan dengan minyak nabati terhidrolisis yang juga sering digunakan untuk memasak.

Dalam proses menggoreng juga akan meningkatkan produksi kimia pada bahan makanan yang bisa menyebabkan peradangan dalam tubuh. Terutama ketika kamu menikmati makanan seperti ayam goreng atau kentang goreng bersamaan dengan minuman manis tinggi gula di restoran cepat saji.

Baca Juga: Terlalu Sering Konsumsi Gorengan, Ini 5 Dampaknya untuk Tubuh



Simak Video "Sehat banget! Sandwich Kurma Cocok untuk Berbuka"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com