Ini Penyebab Berat Badan Naik yang Sering Terjadi

Lusiana Mustinda - detikFood Jumat, 22 Jan 2021 10:00 WIB
Donat Foto: Getty Images/Tempura
Jakarta -

Berat badan berlebih atau obesitas adalah salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia. Hal ini terkait dengan beberapa kondisi yang secara kolektif dikenal sebagai sindrom metabolik. Ini termasuk tekanan darah tinggi, gula darah tinggi dan profil lipid darah yang buruk.

Orang dengan sindrom metabolik memiliki risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2 yang jauh lebih tinggi, dibandingkan dengan mereka yang berat badannya dalam kisaran normal.

Dikutip dalam Healthline, tidak semua penyebab kenaikan berat badan disebabkan karena perilaku makan dan gaya hidup. Beberapa orang berada pada posisi yang kurang menguntungkan dalam hal mengontrol kebiasaan makan mereka. Hal tersebut terkait dengan genetik dan juga hormon.

Berikut beberapa faktor penyebab kenaikan berat badan, obesitas dan penyakit metabolisme:

1. Genetika

Obesitas memiliki komponen genetik yang kuat. Anak-anak dari orang tua yang gemuk lebih mungkin menjadi gemuk daripada anak-anak dari orang tua kurus.

Namun hal tersebut bukan berarti bahwa obesitas sudah ditentukan sebelumnya. Apa yang Anda makan sangat berpengaruh besar pada gen mana yang diekspresikan dan mana yang tidak.

2. Produk olahan

Makanan yang diproses dengan berat seringkali hanya terdiri dari bahan-bahan olahan yang dicampur dengan aditif. Produk-produk tersebut dibuat agar murah dan tahan lama.

Kebanyakan makanan olahan saat ini mengandung gizi yang kurang atau sering disebut dengan kalori kosong. Rasanya yang enak tentu membuat siapa saja yang memakannya ketagihan.

3. Makanan cepat saji

Banyak makanan cepat saji yang diolah dengan tambahan gula dan lemak tinggi. Makanan cepat saji dapat menyebabkan kecanduan pada individu yang rentan. Orang-orang ini kehilangan kendali atas perilaku makan mereka, serupa dengan orang-orang yang berjuang dengan kecanduan alkohol yang kehilangan kendali atas perilaku minum mereka.

Kecanduan adalah masalah kompleks yang bisa sangat sulit diatasi. Ketika Anda menjadi kecanduan sesuatu, Anda kehilangan kebebasan memilih dan biokimia di otak Anda mulai memanggil Anda.

4. Gula

Gula berperan penting dalam kenaikan berat badan. Gula dapat mengubah hormon dan biokimia tubuh Anda saat dikonsumsi berlebihan. Ini pada gilirannya akan berkontribusi pada penambahan berat badan.

Gula yang ditambahkan adalah setengah glukosa dan setengah fruktosa. Orang yang mendapatkan glukosa dari berbagai makanan, termasuk pati, tetapi sebagian besar fruktosa berasal dari tambahan gula.

Asupan fruktosa yang berlebih dapat menyebabkan resistensi insulin dan peningkatan kadar insulin. Itu juga tidak mempromosikan rasa kenyang dengan cara yang sama seperti glukosa.

5. Kurang aktivitas

Kurangnya aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu penyebab meningkatnya berat badan.

Bekerja dibalik meja dan hanya menonton TV bisa menimbulkan penyakit kronis. Sebuah penelitian pada 464 orang dengan obesitas dan berat badan berlebih menunjukkan bahwa mereka rata-rata bekerja minimal enam jam menghabiskan waktunya untuk duduk saat bekerja. Dengan rutin beraktivitas dan berolahraga tentu pembakaran lemak dalam tubuh akan lebih optimal.

6. Insomnia

Salah satu penyebab kenaikan berat badan adalah kurangnya tidur atau insomnia. Penelitian telah menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan penambahan berat badan. Perubahan pola tidur juga bisa mempengaruhi makan dan suasana hati sehingga cenderung ingin makan berlebih.



Simak Video "Minum Kopi Bisa Bantu Turunkan Berat Badan?"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/pal)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com