5 Efek Buruk dan Bahaya Kesehatan Makan Es Krim Terlalu Banyak

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Selasa, 19 Jan 2021 10:30 WIB
5 Efek Buruk dan Bahaya Kesehatan Makan Es Krim Terlalu Banyak Foto: Shutterstock
Jakarta -

Rasa es krim memang enak, tapi waspadai efek buruk dari mengonsumsinya terlalu banyak. Apalagi jika kamu terbiasa makan satu ember es krim sendirian!

Selain karena rasanya yang enak dan menyegarkan, es krim disantap beberapa orang saat mood atau suasana hatinya sedang buruk. Mereka merasa makan es krim bisa membuat mood lebih baik.

Bukan tanpa alasan, secara ilmiah, makan es krim bisa membuat bagian di otak yang bertanggung jawab pada emosi diri bekerja lebih aktif.

Saat seseorang makan es krim, indera pengecap akan merasakan sensasi manis, membuat tubuh bisa melupakan stres karena hadirnya perasaan senang.

Baca Juga: Makan Es Krim Ternyata Bisa Perbaiki Suasana Hati yang Buruk

Karenanya ada banyak orang yang mampu habiskan satu pint atau seember es krim sendirian! Sambil santai atau menonton TV, mereka asyik menyendoki es krim.

Dilihat dari sisi kesehatan, hal ini ternyata memiliki efek buruk dan bahaya kesehatan yang serius jika sering dilakukan. Mulai dari obesitas hingga risiko penyakit jantung.

Mengutip dari Eat This, Not That! (18/1), inilah 5 efek buruk dari makan es krim terlalu banyak:

1. Risiko penyakit jantung meningkat

5 Efek Buruk dan Bahaya Kesehatan Makan Es Krim Terlalu Banyak5 Efek Buruk dan Bahaya Kesehatan Makan Es Krim Terlalu Banyak Foto: Shutterstock

Di balik rasa manisnya yang enak, makan es krim terlalu banyak bisa membahayakan kesehatan jantung. Tiap 1 pint es krim yang dijual di supermarket, bisa mengandung 44 gram lemak jenuh. Jumlah ini mencapai 220% asupan lemak jenuh harian!

Asupan lemak jenuh yang tinggi berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol buruk dalam tubuh, yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung.

2. Alami kabut otak

'Kabut otak' atau brain fog adalah kondisi saat seseorang sulit fokus atau konsentrasi. Kabut otak bisa menjadi tanda adanya penyakit dalam tubuh. Pemicunya beragam seperti stres berat, kurang tidur, atau perubahan hormon.

Selain itu, kabut otak ternyata bisa juga disebabkan karena pola makan. Mengasup terlalu banyak lemak jenuh dan gula tambahan, seperti halnya yang ditemukan pada es krim, merupakan salah satunya.

Ulasan ekstensif pada jurnal Nutrients menemukan pola makan tinggi kandungan lemak jenuh dan gula bisa melemahkan memori dan kemampuan kognitif. Inilah yang membuat seseorang bisa alami kabut otak.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com