Awali Pagi dengan Sarapan, Ini 5 Manfaatnya bagi Tubuh

Lusiana Mustinda - detikFood Kamis, 31 Des 2020 05:00 WIB
Menu Sarapan Pagi Sehat untuk Memelihara Kesehatan Usus Foto: Getty Images/iStockphoto/JaronRaben
Jakarta -

Awali pagi dengan sarapan. Sarapan merupakan waktu makan terpenting karena dapat mengisi kembali pasokan glukosa untuk meningkatkan energi tubuh sekaligus menyediakan nutrisi penting lainnya yang diperlukan oleh tubuh.

Dilansir dalam Healthline, banyak penelitian telah menunjukkan manfaat kesehatan dari sarapan pagi. Sarapan dapat meningkatkan energi dan konsentrasi serta membantu pengelolaan berat badan yang lebih baik, mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung dalam jangka panjang.

Mengapa sarapan sangat penting? Ketika Anda bangun tidur semalaman, Anda mungkin belum makan hingga 10 jam. Sarapan dapat mengisi kembali simpanan energi dan nutrisi dalam tubuh. Yuk simak beberapa manfaat lain dari sarapan.

1. Energi

Sumber energi tubuh adalah glukosa. Glukosa dipecah dan diserap dari karbohidrat yang Anda makan. Tubuh menyimpan sebagian besar energinya sebagai lemak. Tetapi tubuh Anda juga menyimpan beberapa glukosa sebagai glikogen yang sebagian besar ada di hati dan dalam jumlah kecil berada di otot.

Selama puasa (tidak makan), seperti semalaman, hati memecah glikogen dan melepaskannya ke aliran darah Anda sebagai glukosa untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil. Ini sangat penting untuk otak Anda yang hampir seluruhnya bergantung pada glukosa untuk energi.

Di pagi hari, setelah Anda tidak makan selama 12 jam, simpanan glikogen Anda menipis. Setelah semua energi dari simpanan glikogen habis, tubuh akan mulai memecah asam lemak untuk menghasilkan energi yang dibutuhkannya. Tetapi tanpa karbohidrat, asam lemak hanya teroksidasi sebagian yang dapat menurunkan tingkat energi Anda.

Makan pagi meningkatkan tingkat energi Anda dan mengembalikan tingkat glikogen Anda siap untuk menjaga metabolisme di hari tersebut. Melewatkan sarapan mungkin tampak seperti cara yang baik untuk mengurangi asupan energi secara keseluruhan.

Tetapi penelitian menunjukkan bahwa meskipun dengan asupan energi yang lebih tinggi, sarapan cenderung lebih aktif secara fisik di pagi hari daripada mereka yang tidak makan hingga sore hari.

2. Vitamin, mineral dan nutrisi penting

Mengonsumsi sarapan sebaiknya pilih yang sehat. Makanan sarapan sebaiknya pilih yang mengandung folat, kalsium, zat besi, vitamin B dan serat. Sarapan menyediakan banyak asupan nutrisi total hari Anda.

Faktanya, orang yang sarapan pagi lebih cenderung memenuhi asupan vitamin dan mineral harian yang direkomendasikan daripada orang yang tidak sarapan.

Vitamin esensial, mineral dan nutrisi lainnya hanya dapat diperoleh dari makanan, jadi meskipun tubuh Anda biasanya dapat menemukan cukup energi untuk makan berikutnya agar bisa menjaga kesehatan dan vitalitas.

3. Mengontrol berat badan

Awali pagi dengan sarapan jika Anda ingin mengontrol berat badan. Orang yang rutin sarapan pagi cenderung tidak kelebihan berat badan atau obesitas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan pagi dapat membantu mengontrol berat badan karena bisa mencegah fluktuasi besar dalam kadar glukosa darah Anda.

Selain itu, membantu Anda mengendalikan nafsu makan sehingga cenderung tidak hanya mengambil makanan apa pun yang ada di sekitar saat rasa lapar melanda (Misalnya makanan berenergi tinggi, makanan berlemak tinggi dengan tambahan gula atau garam).

4. Meningkatkan kekuatan otak

Jika Anda tidak sarapan, Anda akan merasa sedikit lesu dan kesulitan untuk fokus pada berbagai hal. Karena otak Anda belum menerima energi (glukosa) yang dibutuhkan untuk bekerja.

Studi menunjukkan bahwa tidak sarapan mempengaruhi kinerja mental Anda, termasuk perhatian, kemampuan berkonsentrasi dan daya ingat. Hal ini dapat membuat beberapa tugas terasa lebih sulit daripada biasanya.

Anak-anak dan remaja yang rutin sarapan juga cenderung berprestasi lebih baik secara akademis dibandingkan dengan mereka yang melewatkan sarapan pagi. Mereka juga merasakan tingkat keterkaitan yang lebih tinggi dengan guru dan orang dewasa lainnya di sekolah mereka yang mengarah pada hasil kesehatan dan akademik yang lebih positif.

5. Mengurangi risiko penyakit

Dibandingkan dengan orang yang tidak sarapan, mereka yang rutin sarapan cenderung memiliki risiko obesitas dan diabetes tipe 2 yang lebih rendah. Ada juga beberapa bukti bahwa orang yang tidak sarapan mungkin berisiko lebih tinggi karena penyakit kardiovaskular.

Sarapan membantu Anda membuat pilihan makanan yang lebih baik. Orang yang sarapan umumnya memiliki pola makan yang lebih sehat secara keseluruhan, memiliki kebiasaan makan yang lebih baik dan cenderung tidak ingin ngemil di siang hari dibandingkan dengan orang yang melewatkan sarapan. Anak-anak yang makan sarapan tidak memadai cenderung lebih membuat pilihan makanan yang buruk tidak hanya di hari itu tetapi juga dalam jangka panjang.

Orang yang melewatkan sarapan cenderung menyantap camilan pada pagi atau sore hari. Ini bisa menjadi masalah jika camilan tersebut adalah camilan yang rendah serat, vitamin tetapi tinggi lemak dan garam.

Jadi untuk mendapatkan kelima manfaat ini, yuk awali pagi dengan sarapan.





Simak Video "Klepon Ubi Ungu, Pas Dimakan Saat Sarapan!"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/pal)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com