Makan Buah Kering Lebih Sehat Dibanding Buah Segar? Ini Kata Peneliti

Diah Afrilian - detikFood Kamis, 17 Des 2020 12:15 WIB
Buah kering Foto: Getty Images/iStockphoto/Dmitr1ch
Jakarta -

Buah-buahan mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Tak kalah hebat dengan buah segar, buah kering juga punya banyak nutrisi.

Konsumsi buah-buahan secara rutin dapat membuat tubuh menjadi sehat. Kandungan nutrisi dan vitamin alami yang ada pada buah dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh.

Buah-buahan segar tak jarang menjadi stok tetap di kulkas. Selain buah segar, ternyata buah kering tidak kalah dari buah segar dari sisi nutrisi dan manfaatnya bagi tubuh.

Menurut penelitian yang dilansir dari Science Daily (30/11), orang yang makan buah kering secara umum lebih sehat. Pada hari mereka makan buah kering, mereka juga mengasup lebih banyak nutrisi penting dibanding ketika mereka tidak makan buah kering.

Meski begitu ditemukan juga bahwa orang yang makan buah kering berujung mengasup lebih banyak kalori harian.

Buah keringBuah kering Foto: Getty Images/iStockphoto/Dmitr1ch

Valerie Sullivan, peneliti pasca doktoral di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health dan seorang siswa pascasarjana Penn State, mengatakan temuan itu menunjukkan bahwa buah kering dapat menjadi bagian dari pola makan sehat dengan beberapa hal harus tetap diperhatikan.

"Buah kering bisa menjadi pilihan yang bagus untuk camilan bergizi, tetapi konsumen mungkin perlu memastikan mereka memilih versi yang tanpa tambahan gula," kata Sullivan.

Baca Juga: 5 Buah yang Bagus untuk Diet, Kamu Pilih yang Mana?

Buah kering yang dimaksud antara lain kismis, kurma, dan buah persik. Atau beragam pilihan buah yang dikeringkan lainnya.

"Menentukan porsi asupan buah kering bisa jadi rumit, karena porsi buah kering lebih kecil dari buah segar mengingat kandungan airnya sudah habis. Tetapi positifnya adalah buah kering dapat membantu orang berpotensi mengonsumsi lebih banyak buah karena buah kering bersifat praktis, tahan lama, dan bahkan harganya bisa lebih murah," tambahnya.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa pola makan yang buruk berkontribusi pada hampir setengah kematian akibat penyakit kardiovaskular di Amerika Serikat. Faktor utamanya ternyata karena kurang konsumsi buah. Menurut para peneliti, buah-buahan memberikan banyak nutrisi, termasuk serat, kalium dan beberapa bioaktif yang menyehatkan jantung.

Buah keringBuah kering Foto: Getty Images/iStockphoto/Dmitr1ch

Terlepas dari manfaatnya, penelitian lain juga menemukan bahwa orang mungkin tidak makan buah dalam jumlah cukup karena beberapa alasan. Kuantitasnya yang terbatas, harga yang cukup tinggi dan beberapa alasan lainnya. Pada penelitian yang sedang dilakukan sekarang, para peneliti ingin mengetahui apakah buah kering bisa menjadi alternatif yang sehat untuk buah segar dengan harga yang lebih murah.

"Buah kering selalu tersedia sepanjang tahun, relatif konsisten dari segi kualitas, dan dapat disimpan jauh lebih lama daripada segar. Banyak juga yang lebih murah dibanding versi buah segarnya," kata Kristina Peterson, seorang asisten profesor ilmu gizi asal Penn State.

Penelitian tersebut melibatkan 25.590 partisipan dalam Survei Ujian Kesehatan dan Gizi Nasional. Peserta memberikan data tentang semua makanan yang telah mereka konsumsi dalam 24 jam sebelumnya, termasuk buah kering.

Data kesehatan kardiometabolik partisipan juga dikumpulkan. Mulai dari indeks massa tubuh, lingkar pinggang, tekanan darah, dan kualitas diet mereka secara keseluruhan.

Buah keringBuah kering Foto: Getty Images/iStockphoto/Dmitr1ch

Setelah melalui analisa data, para peneliti menemukan bahwa rata-rata orang yang melaporkan mengonsumsi buah kering dalam survei memiliki pola makan yang lebih sehat daripada mereka yang tidak. Mereka juga cenderung memiliki indeks massa tubuh, lingkar pinggang, dan tekanan darah sistolik yang lebih rendah.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa pada saat peserta makan buah kering, mereka akan mengonsumsi lebih banyak karbohidrat total, serat, kalium, lemak tak jenuh tunggal, dan mencukupi total kalori keseluruhan.

"Jadi, ketika mengasup buah kering, perhatikan juga nilai kalorinya. Pastikan juga mengganti kalori dari asupan makanan rendah nutrisi dengan buah kering untuk mendapat manfaat maksimalnya," kata Penny Kris-Etherton, Profesor Ilmu Gizi dari Universitas Evan Pugh.

Baca Juga: 7 Buah yang Bagus untuk Diet, Semua Rasanya Enak

(adr/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com