7 Bahan Aditif Makanan yang Berbahaya Untuk Anak

Tim Detikfood - detikFood Rabu, 02 Des 2020 07:30 WIB
- Foto: Istimewa
Jakarta -

Bahan aditif makanan sering dipakai dalam produk makanan untuk tingkatkan rasa dan tampilan. Tetapi bahan aditif ini berbahaya bagi kesehatan anak.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), bahan aditif makanan ini dibuat untuk meningkatkan keamanan, kesegaran, rasa, dan tekstur makanan. Beberapa zat telah digunakan selama berabad-abad untuk pengawetan, seperti gula dalam selai atau garam pada ikan kering.

Bahan tambahan makanan bisa berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, atau yang sudah disintesis. Bahan ini sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk perbaiki kualitasnya.

American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa semakin banyak penelitian yang menunjukkan jika beberapa bahan aditif makanan berdampak buruk pada anak. Beberapa di antaranya bisa mengganggu hormon, pertumbuhan, dan perkembangan.

Selain itu, bahan aditif makanan ini juga dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak. Mereka mungkin lebih mudah terpapar daripada orang dewasa karena jumlah asupan makanan yang dikonsumsi.

Permen Mickey dan Minnie Mouse7 Bahan Aditif Makanan yang Berbahaya Untuk Anak. Foto: rocketnews24

Salah satu bahan tambahan makanan yang harus dihindari adalah pewarna makanan. Ahli gizi Rachael Link MS, RD, menjelaskan bahwa pewarna makanan bisa memicu anak sensitif menjadi hiperaktif serta menyebabkan reaksi alergi.

"Salah satu penelitian melaporkan bahwa pewarna makanan buatan dapat meningkatkan hiperaktif pada anak-anak. Meski begitu, penelitian lain menunjukkan bahwa beberapa anak mungkin lebih sensitif daripada yang lain," kata Link, seperti dilansir Healthline.

Apa saja bahan aditif makanan yang berbahaya bagi anak? Berikut 7 daftar bahan aditif makanan yang perlu dihindari anak, seperti dikutip dari 'Natural Super Kids'.

1. Tartrazine (pewarna makanan kuning-orange)

Pewarna makananini biasa ditemukan pada permen, minuman ringan, yogurt, selai, es krim, dan jeli. Tartrazine bisa menyebabkan anak sulit belajar dan konsentrasi, perilaku jadi agresif, depresi, sakit kepala, insomnia, asma, dan masalah neurotoksisitas.

2. Sunset yellow (pewarna makanan)

Bahan ini ditemukan dalam es krim, selai, permen, dan minuman kaleng. Sunset Yellow bisa menyebabkan masalah perilaku pada anak. Selain itu bisa membuat anak hiperaktif, rinitis, mual, muntah, diare, hingga asma.

Daftar bahan aditif makanan lainnya, cek DI SINI!



Simak Video "Bikin Laper: Semur Jengkol Sambal Tempong yang Bikin Keringatan"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com