5 Efek Buruk Ini Akan Kamu Alami Jika Kurang Asupan Serat

Monika Perangin - detikFood Selasa, 10 Nov 2020 14:00 WIB
5 Efek Buruk Ini Akan Kamu Alami Jika Kurang Asupan Serat Foto: Getty Images/iStockphoto/Deagreez
Jakarta -

Terlihat sepele, asupan serat ternyata berperan penting bagi kesehatan. Efek buruk pada kesehatan ini terjadi jika kamu kurang asupan serat.

Ahli gizi menyarankan agar setiap hari mengonsumsi sayuran dan buah segar. Selain vitamin dan mineral, serat dari buah-buah dan sayur sangat diperlukan tubuh. Termasuk juga dari beragam bijian dan kacang-kacangan.

Serat merupakan tipe karbohidrat yang bermanfaat untuk pencernaan. Karenanya WHO menganjurkan untuk mengonsumsi serat sebanyak minimal 25 gram per hari.

Serat sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu serat larut dan tidak larut. Serat tidak larut merupakan serat yang tak larut dalam air, tetap utuh saat makanan berada di saluran pencernaan.

Sementara serat larut merupakan serat yang larut dalam air dan dipecah menjadi zat dalam usus besar dan membantu menyerap kelebihan cairan dalam usus,

Untuk mereka yang sedang berdiet menurunkan berat badan dianjurkan untuk konsumsi lebih banyak serat tak larut. Lalu apa yang terjadi jika tubuh kurang asupan serat?

Menurut eatingwell.com (06/11) ada 5 dampak buruk jika kamu kekurangan asupan serat.

1. Penyakit kardiovaskular

5 Efek Buruk Ini Akan Kamu Alami Jika Kurang Asupan Serat5 Efek Buruk Ini Akan Kamu Alami Jika Kurang Asupan Serat Foto: Getty Images/iStockphoto/Deagreez

Penyakit kardiovaskular sering berakibat pada kematian. Pola makan dan gaya hidup berperan dalam penyakit ini. Termasuk kurangnya konsumsi makanan tinggi serat.

Menurut penelitian tambahan 7 gram asupan serat bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular hingga 9%. Karena itu pastikan tiap hari kamu mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti oatmeal dan buah serta sayur segar.

2. Kematian dini

Orang yang mengonsumsi banyak serat memiliki harapan hidup lebih lama meskipun tak terserang penyakit kardiovaskular. Menurut riset orang yang makan lebih banyak serat memiliki risiko kecil dalam semua penyebab kematian.

Sementara konsumsi 10 gram serat tambahan per hari bisa mengurangi risiko kematian dini sebesar 10%. Hal ini setara dengan menambahkan satu ubi jalar dalam sehari.

3. Meningkatkan peradangan dalam tubuh

5 Efek Buruk Ini Akan Kamu Alami Jika Kurang Asupan Serat5 Efek Buruk Ini Akan Kamu Alami Jika Kurang Asupan Serat Foto: Getty Images/iStockphoto/Deagreez

Peradangan kronis merupakan faktor utama timbulnya penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan kanker. Pola makan dan gaya hidup yang memicu stres, kebiasaan merokok dan tidak cukup mengasup serat menjadi penyebabnya.

Dalam sebuah studi pengamatan terlihat bahwa pola makan tinggi serat berkaitan dengan menurunnya peradangan. Juga dibuktikan bahwa meningkatnya asupan serat, menurunkan asupan lemak dan penurunan berat badan.

4. Sistem kekebalan tubuh jadi lemah

Riset pada British Journal of Nutrition tahun 2002 menunjukkan bahwa serat pada makanan dapat membantu melawan peradangan. Dengan memicu pertumbuhan bakteri baik dalam usus.

Kesehatan usus diperlukan untuk mendukung kekebalan tubuh secara keseluruhan dan melawan infeksi. Konsumsi probiotik yang ada dalam yogurt, kefir atau kimchi bisa menyehatkan usus.

Tetapi mengonsumsi prebiotik, serat sehat yang ada pada gandum, walnut, pisang dan polong-polongan bisa membantu usus tetap sehat.

5. Berat badan tidak stabil

5 Efek Buruk Ini Akan Kamu Alami Jika Kurang Asupan Serat5 Efek Buruk Ini Akan Kamu Alami Jika Kurang Asupan Serat Foto: Getty Images/iStockphoto/Deagreez

Jika ingin berat badan turun dan tetap stabil, kamu harus cukup mengasup serat setiap hari. Makan serat yang cukup akan membuat kenyang lebih lama. Serat makanan memperlambat pencernaan dan penyerapan makanan.

Serat memberikan usus cukup waktu untuk merasa kenyang lebih lama dari biasanya. Serat juga membantu mengendalikan nafsu makan dan meningkatkan pembakaran lemak dengan menyeimbangkan gula darah dan respons insulin.



Simak Video "Mau Makan Banyak Tapi Tetap Kurus?"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)