Begini Cara Menyimpan ASI yang Benar di dalam Kulkas agar Awet

Lusiana Mustinda - detikFood Kamis, 06 Agu 2020 09:00 WIB
Breast milk frozen in storage bag and baby lying on background Cara menyimpan ASI. Foto: iStock
Jakarta -

Mengetahui cara menyimpan ASI yang benar sangat penting diketahui oleh para Bunda. Terutama bagi Bunda yang akan kembali bekerja setelah cuti hamil. Stok ASI pun diperlukan untuk Bunda yang ingin beristirahat sejenak atau harus meninggalkan bayi ketika ada keperluan mendesak.

Setelah berusaha keras memompa ASI dan menyimpannya dalam botol kaca. Bunda perlu mengetahui apa saja yang boleh dan tidak diperbolehkan dalam proses penyimpanan ASI. Mulai dari temperatur hingga wadahnya.

Berikut ini cara menyimpan ASI yang benar agar awet dan aman dikonsumsi si kecil:

1. Wadah untuk menyimpan ASI


Dilansir dalam Mayo Clinic, wadah yang digunakan untuk menyimpan ASI adalah yang berbahan plastik food grade atau botol kaca. Sebelum memerah ASI, Bunda harus terlebih dulu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Setelah itu simpan susu dalam wadah food grade yang bersih dan tertutup. Jangan menyimpan ASI dalam botol bekas pakai atau kantong plastik rumah tangga umum. Pastikan menggunakan kantong khusus ASI yang aman.

2. Cara menyimpan ASI yang benar


Cara menyimpan ASI di botol kaca atau wadah khusus sebaiknya diberi label setiap wadah lengkap dengan tanggalnya. Jika Bunda menyimpan ASI di fasilitas ruang pompa ASI atau penitipan bayi sebaiknya beri nama si kecil agar tidak tertukar.

Tempatkan wadah di belakang kulkas atau freezer dimana suhunya yang paling dingin. Jika tidak langsung disimpan dalam lemari es atau freezer, Bunda bisa menyimpannya dalam pendingin yang berisi ice gel. Isi satu wadah dengan susu yang dibutuhkan bayi untuk sekali makan, sesuaikan dengan kebutuhan si kecil. Jangan mengisi wadah terlalu penuh karena saat membeku volume ASI akan bertambah.

Close up of breastfeeding supplies. A mom holds a newborn in the background. The supplies are on a table along with a doctor's bag.Cara menyimpan ASI. Foto: iStock

3. Bolehkah menambahkan ASI ke botol ASI yang sudah disimpan?


Bunda dapat menambahkan ASI yang baru ke dalam ASI yang sudah didinginkan. Akan tetapi ASI yang baru perlu didinginkan terlebih dulu. Jangan menambahkan ASI hangat ke ASI beku karena akan membuat ASI yang lama mencair sebagian sehingga bisa merusak kualitas ASI.

Packing frozen breast milk storage bagsAsi perah. Foto: iStock

4. Lamanya ASI yang Disimpan


Berapa lama ASI dapat disimpan dengan aman? Pertimbangkan pedoman umum untuk penyimpanan ASI:

- Suhu kamar: ASI yang baru pompa dapat disimpan pada suhu kamar selama 6 jam. Namun jika ruangan terasa agak hangat sebaiknya cukup 4 jam.
- Pendinginan terisolasi: ASI yang baru dipompa dapat disimpan dalam ice gel hingga satu hari.
- Kulkas: Asi yang baru dipompa bisa disimpan pada bagian belakang kulkas selama 3 hari dalam kondisi bersih.
- Freezer: ASI yang disimpan dalam freezer bisa bertahan selama 6 bulan.

Breast pump and bottle with milk for baby on a straw basket. Kids room with a bed.cara menyimpan ASI. Foto: iStock

5. Cara mencairkan ASI beku


Cairkan ASI yang lebih dulu disimpan. Tempatkan wadah ASI beku di kulkas atau chiller pada malam sebelum digunakan. Bunda juga bisa menghangatkan susu dengan cara meletakkan susu di air hangat dalam mangkuk.

Begitulah cara menyimpan ASI yang benar untuk dipraktekkan banyak para Bunda di rumah. Selamat mencoba ya Bun.



Simak Video "Bikin Laper: Manis Gurih Tongseng Wagyu dan Sumsum Tulang"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)