5 Gejala yang Terjadi saat Keracunan Makanan

Riska Fitria - detikFood Rabu, 29 Jul 2020 10:30 WIB
Gejala keracunan makanan Gejala keracunan makanan Foto: iStock

4. Mual dan Muntah

Gejala keracunan makananGejala keracunan makanan Foto: iStock

Mual dan muntah sangat wajar dialami oleh seseorang yang mengalami keracunan makanan. Kondisi itu terjadi ketika otot-otot perut dan diafragma berkontraksi dengan kuat untuk mengeluarkan isi perut secara paksa melalui mulut.

Muntah merupakan mekanisme perlindungan yang terjadi ketika tubuh kamu mencoba untuk menyingkirkan organisme berbahaya atau racun yang terdeteksi berbahaya. Faktanya, keracunan makanan sering ditandai dengan muntah yang terus menerus.

Kondisi seperti ini juga dapat membuat tubuh mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Saat proses pengeluaran isi perut, saat itulah semua cairan dalam tubuh ikut keluar. Segera periksa ke dokter untuk menghindari dehidrasi yang parah.

5. Demam

Gejala keracunan makananGejala keracunan makanan Foto: iStock

Tubuh dikatakan demam jika suhunya lebih tinggi dari kisaran normalnya. Normalnya suhu tubuh seseorang adalah sekitar 36 hingga 37 derajat Celcius. Kenaikan suhu itu terjadi karena adanya zat yang disebut pirogen dalam tubuh.

Demam juga merupakan kondisi tubuh yang dapat disebabkan oleh beberapa alasan. Salah satunya adalah saat mengalami keracunan makanan. Saat keracunan makanan, demam terjadi sebagai bagian dari pertahanan alami tubuh untuk melawan infeksi.

Saat itu zat pirogen dilepaskan oleh sistem kekebalan tubuh. Zat tersebut menipu otak untuk berpikir bahwa tubuh lebih dingin. Kondisi tersebut menyebabkan tubuh terasa panas. Naiknya suhu ini meningkatkan aktivitas sel darah putih untuk melawan infeksi.

Baca Juga : Hindari Keracunan Makanan dengan Memperhatikan 5 Hal Ini

Halaman
1 2 3 Tampilkan Semua


Simak Video " Ingat! Jangan Asal Konsumsi Frozen Food"
[Gambas:Video 20detik]

(raf/odi)