Waspadai 5 Efek Negatif Kacang Kedelai Jika Dikonsumsi Berlebihan

Yenny Mustika Sari - detikFood Jumat, 24 Jul 2020 09:00 WIB
Kacang kedelai Foto: Getty Images/iStockphoto/naito8
Jakarta -

Kerap disebut sebagai makanan sehat, tapi ternyata kacang kedelai punya beberapa efek negatif jika dikonsumsi berlebihan.

Kacang kedelai merupakan salah satu jenis polong-polongan dari Asia Timur yang sudah dikonsumsi sejak 3.500 tahun lalu. Umumnya kacang ini diolah jadi susu nabati, tahu dan tempe. Ketiga menu ini kerap jadi asupan harian para pelaku diet dan hidup sehat.

Kacang kedelai termasuk makanan tinggi protein. Selain itu memiliki kandungan vitamin B1, B2, B6, hingga vitamin K. Ada juga kandungan kalsium, folat, fosfor, dan zat besi. Namun di balik nutrisinya yang hebat, kacang kedelai ternyata juga punya beberapa efek negatif jika dikonsumsi berlebihan, seperti dilansir dari Times of India (22/7)

Baca Juga: Bukan Hanya Kedelai, 5 Jenis Kacang Ini Juga Bisa Dibuat Jadi Tempe

Kacang kedelaiKacang kedelai Foto: Getty Images/iStockphoto/naito8

1. Dapat mempengaruhi fungsi tiroid

Kedelai kaya akan goitrogen yang dapat menghentikan penyerapan yodium dalam tubuh dan berdampak pada fungsi tiroid. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Frontiers of Endocrinology menemukan bahwa isoflavon seperti genistein dapat menghambat pembentukan hormon tiroid. Meskipun ini hanya terjadi pada studi hewan.

Dalam tinjauan terhadap manusia, dari 18 studi yang diterbitkan dalam jurnal yang disebut Scientific Reports, tidak terlihat dampak signifikan konsumsi kedelai pada fungsi tiroid partiispan. Kedelai memang membawa sedikit peningkatan hormon perangsang tiroid (TSH), tetapi efeknya pada mereka yang hipotiroidisme masih belum jelas.

2. Menimbulkan gangguan pencernaan

Banyak penelitian pada hewan yang mengaitkan konsumsi kedelai dengan efek negatif pada kesehatan pencernaan. Kedelai mengandung aglutinin, sejenis antinutrien yang mampu menyebabkan berbagai masalah kesehatan dalam tubuh.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Molecular Sciences menemukan bahwa antinutrien dalam kedelai merusak kesehatan bakteri baik di usus. Hal ini akhirnya memengaruhi proses pencernaan makanan dan bisa mengganggu kesehatan pencernaan.

Kacang kedelaiKacang kedelai Foto: Getty Images/iStockphoto/naito8

3. Minyak kacang kedelai bisa memicu kenaikan berat badan

Sekarang ini minyak sayur tak hanya terbuat dari kelapa sawit saja, tapi juga beragam biji-bijian dan kacang-kacangan. Salah satunya dari kacang kedelai dan dianggap lebih sehat.

Tapi ternyata minyak kedelai yang mengandung asam lemak omega-6 ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Mulai dari penimbunan lemak, keinakan berat badan dan terjadi peradangan. Makanan yang digoreng dengan minyak kacang kedelai disebut-sebut sebagai pemicu utama kenaikan berat badan.

4. Mempengaruhi hormon seks pria

Kedelai mengandung sejumlah besar fitoestrogen yang memengaruhi hormon seks pada pria. Meski begitu, sebuah penelitian yang diterbitkan di National Libary of Medicine tidak menemukan dampak negatif konsumsi kedelai pada produksi testosteron.

Pria yang mengonsumsi maksimal 70 gram kedelai atau 240 mg isoflavon kedelai setiap hari disebut tidak berisiko mengalami gangguan hormon seks. Namun, pria harus menahan diri untuk tidak mengonsumsi kedelai lebih dari jumlah yang telah disebutkan.

Kacang kedelaiKacang kedelai Foto: Getty Images/iStockphoto/naito8

5. Belum ada kejelasan kaitan dengan kanker payudara

Kanker payudara 'butuh' estrogen untuk berkembang di samping faktor genetik lainnya. Karena kedelai kaya akan 'isoflavon' yang memiliki efek estrogenik pada tubuh, ada kemungkinan bahwa kedelai dapat berkontribusi terhadap kanker payudara. Namun, laporan ilmiah yang mengeksplorasi kaitan antara kanker payudara dan konsumsi kedelai saling bertentangan.

Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Complementary Medicine Research, wanita Asia yang mengonsumsi kedelai dalam jumlah tinggi berisiko 30% lebih rendah terkena kanker payudara. Penelitian lain dari jurnal yang sama menemukan bahwa tidak ada dampak konsumsi kedelai pada wanita dari negara-negara Barat. Sebuah penelitian pada hewan yang diterbitkan dalam International Journal of Molecular Sciences bahkan menemukan bahwa susu kedelai yang difermentasi dapat membantu menekan pertumbuhan sel tumor pada tikus.

Baca Juga: Sarapan Susu Kedelai? Kenali Nutrisi dan Manfaat Sehatnya



Simak Video " Melihat Pembuatan Kecap Secara Tradisional"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)