Tips Penting Pesan Makanan Online Saat Pandemi Corona dari Ahli Gizi

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Sabtu, 09 Mei 2020 08:00 WIB
Food delivery Foto: iStock
Jakarta -

Di tengah pandemi virus corona, ramadhan tahun ini berbeda. Ahli gizi peringatkan jaga keamanan pangan dan higienitas untuk cegah masalah kesehatan serius seperti keracunan makanan.

Ahli gizi dari Universiti Malaya Specialist Centre, Rozanna M. Rosly menjelaskan sebelum pesan makanan online, pelanggan harus memeriksa latar belakang penjual dulu. Caranya dengan bertanya langsung pada penjual atau membaca ulasan makanan mereka di media sosial.

Subject: A take-out pizza delivery man delivering take-out food to customer's door.Foto: iStock

Dikutip dari New Straits Times (6/5), Rozanna bilang penting untuk mengetahui bagaimana dan dimana penjual menyimpan bahan makanan, dimana mereka menyiapkan menu, dan berapa lama menu itu sudah dimasak sebelum dikirim ke pelanggan. Semua itu guna mencegah risiko kontaminasi makanan yang bisa bahayakan kesehatan.

Baca Juga: Begini Cara Desinfeksi Dapur dan Makanan dari Virus Corona

"Untuk mengirim makanan supaya kesegarannya masih terjaga, saya sarankan pesan dari tempat makan yang jaraknya kurang dari 10 km dari rumah Anda atau yang sedekat mungkin," kata Rozanna. Ia mengungkap, makanan dan minuman yang dibuat tidak segar atau disiapkan terlalu lama sebelumnya bisa menurun kualitasnya ketika dikirim.

Subject: A take-out pizza delivery man delivering take-out food to customer's door.Foto: iStock

Rozanna menambahkan, makanan dingin seperti salad, kue, es, atau dessert yang dibuat dengan krim, santan, atau kelapa segar sebaiknya dikirim menggunakan boks khusus. Tujuannya agar suhu dingin tetap terjaga.

Sementara untuk makanan hangat perlu dikemas dalam kotak atau wadah dengan suhu terkontrol. Seperti sup, saus, atau bumbu lain sebaiknya dikemas terpisah dalam wadah atau kemasan yang tertutup rapat.

Rozanna bilang sebaiknya pesan makanan online yang benar-benar matang dan hindari makanan mentah untuk mencegah keracunan makanan. "Kalau pesan makanan mentah, kemasan dan penyimpanannya harus dipisah dari makanan matang untuk mencegah kontaminasi silang," jelasnya.

Close-up of delivery man handing a slack of foam lunch box - Foam box is toxic plastic waste. It can be used for recycling and environment saving conceptFoto: Istimewa

Ia juga meminta penjual makanan untuk mematuhi aturan yang ada. Misalnya tidak mengolah atau memanaskan makanan di luar dapur mereka. Begitu juga dengan cara mengemas makanan yang harus sesuai standar kesehatan.

Ketika makanan itu sampai, pelanggan harus segera mengeluarkannya dari kemasan. Taruh di wadah bersih. Ia mengatakan, "Meski tidak ada bukti kalau kemasan makanan adalah sumber transmisi COVID-19, akan lebih baik jika makanan segera dipindahkan dari wadahnya, buah wadah, dan cuci tangan bersih setelahnya."

Food deliveryFoto: iStock

Cuci tangan setidaknya 20 detik sebelum dan sesudah mengambil pesanan makanan online. "Terakhir, bersihkan area dimana kemasan atau kantong makanan tadi diletakkan," pungkas Rozanna.

Baca Juga: Cegah Virus Corona, Cuci Sayuran dan Buah dengan Cara Ini



Simak Video "Pedas Nampol Hidangan Sode Udang Khas Kutai"
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)