Tak Hanya Daging, Konsumsi Ayam Bisa Picu Kenaikan Kolesterol Darah

Sonia Basoni - detikFood Senin, 10 Jun 2019 10:30 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Banyak yang menganggap bahwa daging ayam jauh lebih sehat dibandingkan daging merah. Menurut penelitian terbaru, ternyata hal ini tidak sepenuhnya benar.

Penelitian baru ungkap bahwa konsumsi daging ayam dan daging putih lainnya, ternyata dapat mengganggu kesehatan jantung. Sama halnya menyantap daging merah, seperti daging sapi, kambing, atau babi.

Baca Juga: Jika Kadar Kolesterol Tinggi, Rajinlah Konsumsi 5 Makanan Ini
Tak Hanya Daging, Konsumsi Ayam Bisa Picu Kenaikan Kolesterol DarahFoto: iStock

Dilansir Daily Mail UK (04/06) tahun 2012, daging merah disebut memiliki banyak kandungan lemak yang dapat meningkatkan kematian dini. Lalu di tahun 2015, penelitian dari International Agency for Research on Cancer menyebutkan bahwa daging merah mungkin memiliki kandungan karsinogen.

Namun baru-baru ini penelitian dari University of California, San Francisco, Amerika, mengungkapkan penemuan terbaru. Dalam penelitian itu ditemukan bahwa daging merah atau daging putih, dapat mendorong kenaikan kolesterol dalam darah, yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

Daging putih merupakan daging yang berasal dari unggas seperti ayam, kalkun, dan burung. Termasuk beberapa jenis ikan.

Penelitian ini juga memperhatikan kandungan lemak yang terdapat pada makanan seperti butter atau mentega, keju, hingga krim. Jenis makanan itu juga terbukti dapat meningkatkan kolesterol di darah, dengan jumlah yang sama seperti daging merah atau putih.
Tak Hanya Daging, Konsumsi Ayam Bisa Picu Kenaikan Kolesterol DarahFoto: Istimewa
"Ketika kami melakukan penelitian ini, kami berpikir bahwa daging merah akan memiliki efek yang lebih besar untuk kolesterol darah, dibandingkan daging putih. Tapi kami terkejut ketika melihat hasilnya. Ternyata kedua daging ini memiliki efek yang sama dan identik terhadap kadar kolesterol," tutur salah satu peneliti Profesor Ronald Krauss.

Profesor Krauss mengatakan bahwa penelitian ini tidak menggunakan daging 'grass-feed beef', atau daging olahan seperti bacon, sosis, dan ikan.

Penelitian ini melibatkan 113 orang yang berusia dari 21 -65 tahun. Para peserta secara acak dimasukkan ke dalam kelompok diet tinggi lemak jenuh, atau diet rendah lemak jenuh.

Selama empat minggu, para peserta ada yang menyantap daging merah, daging putih, dan diet tanpa daging. Kemudian setelah periode itu, para peserta kembali ke pola makan semula.

Untuk makanan yang disajikan ada 'corn-feed beef' atau daging sapi yang diberi pakan jagung, sebagai sumber protein dari kategori daging merah. Sementara ada kalkun, untuk kategori daging putih.

Selama proses penelitian ini berlangsung, para peserta diminta untuk tidak meminum alkohol, vitamin, hingga mengonsumsi produk daging olahan serta lebih rajin olahraga.
Tak Hanya Daging, Konsumsi Ayam Bisa Picu Kenaikan Kolesterol DarahFoto: Istimewa
Di akhir penelitian, para peserta ini diambil sampel darahnya dan diteliti kadar kolesterolnya. Tidak ada perbedaan yang mencolok antara konsumsi daging merah dan daging putih, dengan kadar kolesterol dalam tubuh.

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa saran untuk mengindari daging merah, dan tidak menghindari daging putih tidak hanya didasarkan pada efeknya sekaligus hubungannya dengan kolesterol darah," jelas Profesor Krauss.

"Memang daging merah memiliki efek dan kontribusi untuk meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebenarnya efek ini seharusnya dipelajari lagi lebih detail, untuk meningkatkan kesehatan," pungkas Profesor Krauss.

Jadi Profesor Krauss menyarankan untuk tetap mengawasi asupan daging putih sesuai porsi yang dianjurkan. Karena daging putih pun, ternyata memiliki efek yang hampir mirip pada kolesterol darah seperti daging merah.

Baca Juga: 7 Buah dan Sayur yang Ampuh Turunkan Kolesterol Usai Lahap Makanan Lebaran (sob/odi)