Hati-hati! Makan Daging Burger Setengah Matang Bisa Bahayakan Kesehatan

Shara Azzhara - detikFood Senin, 27 Mei 2019 08:31 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Kebiasaan memilih daging setengah matang saat pesan steak tidak bisa disamakan dengan burger. Ada bahaya kesehatan kalau makan patty burger setengah matang

Tingkat kematangan daging sapi dari rare hingga well-done memang bisa dipilih sesuai selera saat menyantap steak. Namun berbeda jika menyantap hamburger, para ahli lebih menyarankan agar dipanggang hingga matang sempurna.

Daging sapi yang telah digiling atau grounded beef sering kali dikaitkan dengan wabah penyakit bawaan makanan karena proses pengolahannya. Hal ini dikemukakan oleh Stephanie Pixley, wakil editor buku di American's Test Kitchen.

Hati-hati! Makan Daging Burger Setengah Matang Bisa Bahayakan KesehatanFoto: iStock

Baca juga: Sebaiknya Persiapkan Stok Daging Cincang Buat Sajian Puasa yang Praktis

"Selama proses pengolahannya, daging berukuran besar dipotong menjdadi porsi yang lebih kecil, karenanya bakteri dapat berpindah ke daging melalui kontaminasi silang," ujar Pixley kepada TODAY (20/5). Ketika daging digiling, lebih banyak lagi permukaan yang terekspos udara dan berbagai alat. Kontak dengan berbagai benda menjadikan kemungkinan kontaminasi bakteri semakin besar.

Temperatur kematangan dalam daging hamburger yang disarankan dalah 160 derajat. Jika kurang dari itu, bakteri seperti E. coli dan salmonela mungkin belum mati.

"Saya tidak tahu kalau saya akan menyebut daging giling berbahaya, namun jika sistem imun tubuh lemah atau jika Anda sedang hamil atau lansia, sangat penting untuk memasak daging giling hingga 160 derajat agar bakteri berbahaya dapat dihancurkan," tambah Pixley. Ia juga menekankan, bagaimanapun risiko yang diberikan akan lebih rendah bagi orang dewasa jika daging masih segar.

Hati-hati! Makan Daging Burger Setengah Matang Bisa Bahayakan KesehatanFoto: iStock

Baca juga: 3 Chef Ini Punya Tips Jitu untuk Mengolah Daging Sapi dan Kambing Agar Empuk

United States Departement of Agriculture (USDA) juga mengemukakan bahwa daging giling melalui proses yang lebih panjang dari steak, maka lebih besar peluang bakteri untuk tercampur dengan daging. Sementara daging yang diolah menjadi steak lebih aman dikonsumsi meskipun hanya dimasak hingga temperatur 145 derajat kemudian diistirahatkan terlebih dahulu selama 3 menit. Daging sapi muda dan domba juga aman dikonsumsi dengan temperatur ini.

Kontaminasi silang lebih sering terjadi di pabrik pengolahan daging atau toko daging lokal, namun bukan berarti tidak dapat terjadi di rumah. "Ini juga sama pentingnya untuk memperhatikan bahwa masakan rumah dilakukan dengan bersih dalam dapur mereka sendiri untuk memastikan bahwa mereka toidak menyebarkan bakteri apapun dari daging yang diolah ke peralatan lain didekatnya," saran Pixley.

Pixley merekomendasikan chef untuk membersihkan pisau, bagian atas meja, dan papan talenan dengan air sabun yang panas setelah mengolah daging. Sementara USDA menyarankan untuk menyimpan daging giling atau hamburger dengan suhu 40 derajat atau lebih rendah dan digunakan setidaknya dua hari setelah dibeli. Jika tidak segera digunakan, lebih baik untuk dibekukan terlebih dahulu.

Baca juga: Keren! Begini Cara Primitif Masak Daging Tanpa Alat Dapur

(adr/adr)