Kale Tidak Boleh Dimakan Mentah, Ini Sebabnya!

Devi Setya - detikFood Jumat, 30 Nov 2018 09:30 WIB
Foto: Istock Foto: Istock
Jakarta -
Bagi orang yang memperhatikan nutrisi makanan pasti tahu kalau kale adalah sayuran kaya manfaat. Tapi kale juga bisa jadi sayuran berbahaya kalau dimakan mentah.

Tidak diragukan lagi, kale termasuk makanan sehat dengan kandungan nutrisi yang super banyak. Ahli gizi juga menyarankan untuk menjadikan kale sebagai asupan makanan.
Kale Tidak Boleh Dimakan Mentah, Ini Sebabnya!Foto: Istock


Namun kale tak selalu memberi dampak bagus, dikabarkan The Daily Meal (29/11) kale tidak boleh dimakan dalam keadaan mentah atau segar. Sayuran sejenis kembang kol, brokoli dan kubis ini bisa menjadi berbahaya kalau dimakan mentah.

Kale yang dimakan mentah memiliki kandungan alami yang menekan produksi hormon tiroid. Hormon ini menjadi kunci penting dalam mengatur sistem metabolisme tubuh.

Bedasarkan penelitian yang dilakukan Universitas Linus Puling Insitute di Oregon State menyebutkan kale mengandung progoitrin yakni senyawa yang mengganggu produksi hormon. Saat orang menyantap kale mentah dalam porsi banyak maka hormon dalam tubuh mengalami ketidakstabilan.

Dampaknya bisa terjadi gangguan stabilitas gula darah, terganggunya berat badan dan kesehatan metabolisme secara keseluruhan. Gangguan paling berat yakni adanya pembengkakan kelenjar tiroid yang menyebabkan gondok.
Kale Tidak Boleh Dimakan Mentah, Ini Sebabnya!Foto: Istock

Contoh kasus yang pernah terjadi yakni pada tahun 2010, seorang wanita berusia 88 tahun di Chinamengalami koma karena menyantap 1,5 kilogram kubis mentah. Ia menyantap sayuran mentah ini selama berbulan-bulan sebagai cara untuk menghindari diabetes namun langkah ini berdampak negatif.


Kale juga mengandung serat yang tinggi sehingga terkadang menyebabkan masalah pencernaan saat dimakan dalam porsi sangat banyak. Sebenarnya kale aman disantap asalkan sudah diolah dan dimakan sesuai dengan porsi yang secukupnya.

Di Indonesia sendiri, kale sudah mulai mudah ditemui di supermarket dan menu di restoran. Beberapa orang juga memilih mengonsumsi kale setelah mendengar khasiat dan manfaatnya yang sangat banyak. (dvs/odi)