Sebuah penelitian mengenai pengaruh ritme sirkadian dalam pembakaran kalori resmi diterbitkan dalam 'Current Biology'. Ritme sirkadian merupakan 'jam internal' yang mengatur rasa kantuk, waspada atau lapar.
Para peneliti menemukan bahwa perserta yang ada membakar kalori 10% lebih besar di sore dan malam hari daripada saat tengah malam. Selisihnya mencapai sekitar 130 kalori.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Istock |
Untuk menentukan seberapa banyak kalori yang dibakar tiap orang dalam siklus sirkadiannya, tiap peserta diwajibkan mengenakan sensor khusus. Sensor tersebut bisa melacak suhu tubuh. Sehingga saat suhu tubuh peserta tinggi, itu pertanda tubuh tengah membakar kalori lebih banyak.
Para ahli juga menggeser waktu tidur dan bangun peserta secara bertahap. Hal ini dilakukan untuk memastikan ritme sirkadian peserta tidak dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti paparan cahaya dan sinyal sosial.
Foto: Istock |
Berdasarkan keterangan salah satu penulis studi, Dr.Jeanne Duffy, kebanyakan orang menghindari asupan makanan selama jeda pembakaran kalori yang terjadi pada larut malam dan pagi hari.
"Kita mungkin sarapan tak hanya di waktu tubuh belum siap menerimanya tapi juga di waktu tubuh kita membutuhkan sedikit energi untuk mempertahankan fungsi tubuh," jelas anggota asosiasi Professor of Medicine di Harvard Medical School sekaligus nutrisionis di Brigham and Women's Hospital itu pada This Is Insider (14/11).
Foto: Thinkstock |
Semua peserta tinggal di laboratorium khusus selama 37 hari. Mereka tidak terpapar gangguan lingkungan seperti jam, jendela, telepon genggam ataupun internet. Selanjutnya, asupan makanan hingga semua aktivitas para peserta dimonitor dan dikendalikan secara ketat.
Meskipun penemuan ini terbilang masih awal, para ahli mencatat bahwa temuan tersebut bisa jadi sangat relevan dengan penyelidikan ilmiah yang sedang berlangsung. Yakni mengenai bekerja dalam beberapa shift dan kerja lembur yang berdampak pada kesehatan karyawan.
Baca juga: Ini 8 Kesalahan Diet yang Membuat Berat Badan Tak Turun-Turun (1) (dwa/odi)

Foto: Istock
Foto: Istock
Foto: Thinkstock
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN