Sering 'Bad Mood' atau Perut Buncit? Bisa Jadi Pola Makan Kamu Salah

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Selasa, 16 Okt 2018 13:10 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Masalah kesehatan erat kaitannya dengan asupan makanan. Kalau alami 7 masalah ini, bisa jadi pola makan kamu kurang tepat.

Tubuh seseorang ternyata bisa memberi peringatan soal pola makan yang salah melalui masalah kesehatan. Kepada Daily Mail (15/10), para pakar kesehatan di Lepicol mengungkap arti masalah kesehatan ini dan kaitannya dengan pola makan.

Baca Juga: Yuk, Mulai Hilangkan 6 Kebiasaan Makan yang Buruk Ini!

1. Masalah kulit
Masalah kulit seperti jerawat, kulit kering, gatal-gatal atau penuaan dini merupakan salah satu penanda pola diet kurang tepat. "Secara khusus, jerawat, eksim dan kondisi peradangan kulit lainnya telah dikaitkan dengan ketidakseimbangan bakteri usus yang mengarah pada 'kebocoran usus,'" kata mereka.

Diperlukan berbagai nutrisi dari asupan pola makan utuh yang seimbang untuk menyehatkan kulit. Nutrisi yang terpenting adalah asam lemak omega 3 dari ikan, biji rami, vitamin A, E , C dan zinc. Butuh waktu sekitar 3 bulan dari perubahan pola makan hingga tercipta kondisi kulit lebih sehat.

Sering 'Bad Mood' atau Perut Buncit? Bisa Jadi Pola Makan Kamu SalahFoto: ilustrasi/thinkstock

2. Energi rendah
Meski karbohidrat dan lemak adalah nutrisi utama untuk hasilkan energi, pakar kesehatan juga menekankan pentingnya asupan magnesium, vitamin B, zat besi, tembaga dan sulfur. Asupan rendah nutrisi tersebut akan memunculkan rasa lemas.

"Banyak orang berusaha mendapatkan energi instan dengan mengandalkan stimulan seperti kafein dan gula. Padahal keduanya bisa berefek negatif pada pola tidur dan keseimbangan gula darah dengan membuat energi cepat naik namun juga cepat turun drastis," ujar pakar kesehatan.

Mereka menyarankan konsumsi karbohidrat kompleks seperti kentang, beras merah, roti gandum, oatmeal atau quinoa. Juga diimbangi makanan berprotein tinggi.

3. Buncit
Kalau perut kamu buncit bisa jadi karena pola makan yang kurang tepat. "Kebanyakan penyebab perut buncit adalah asupan tinggi gula dan karbohidrat olahan, dengan lemak perut yang berlebih sebagai tanda resistensi insulin," kata pakar kesehatan.

Mereka melanjutkan, "Tubuh kurang mampu memanfaatkan glukosa untuk hasilkan energi dan justru menyimpannya sebagai lemak," Penting untuk mengubah pola makan menjadi lebih seimbang dan olahraga rutin untuk mengatasinya.

Sering 'Bad Mood' atau Perut Buncit? Bisa Jadi Pola Makan Kamu SalahFoto: Shutterstock

4. Masalah pencernaan
Kalau sering alami konstipasi, diare atau kembung, sebaiknya cek kembali pola makan kamu. Penting untuk mengurangi konsumsi makanan olahan dan beralih pada makanan utuh yang punya banyak serat seperti buah dan sayur.

Beberapa orang mungkin juga perlu mengurangi asupan gluten, gandum atau produk susu. Kuncinya adalah memperbaiki keseimbangan jumlah bakteri dalam usus dengan makan makanan fermentasi seperti yoghurt atau kimchi.

5. Mood buruk dan resah
Kesehatan mental juga dipengaruhi pola makan sehingga penting mengasup tubuh dengan nutrisi yang tepat agar mood tidak buruk atay merasa resah. Salah satu pola makan yang dianjurkan adalah diet Mediterania.

Pola makan ini menganjurkan banyak asupan buah dan sayur aneka warna, kacang-kacangan, biji-bijian dan minyak zaitun. Tak ketinggalan ikan dan seafood.

Sering 'Bad Mood' atau Perut Buncit? Bisa Jadi Pola Makan Kamu SalahFoto: thinkstock

6. Imunitas rendah
Imunitas rendah membuat kamu rentan terkena penyakit. Imunitas bisa diperbaiki dengan mengonsumsi lebih banyak zinc, selenium, zat besi, tembaga, vitami A, C, E, B6 dan folat.

Pakar kesehatan mengatakan, "Fokus pada konsumsi banyak buah dan sayur berwarna-warni dengan protein kualitas tinggi seperti daging organik, ikan, telur dan kacang-kacangan." Bagus juga untuk mengurangi aneka makanan olahan.

7. Masalah hormon
Pola makan tinggi gula dan karbohidrat olahan memperbesar risiko alami masalah hormonal seperti nyeri perut saat mens, menopouse dan masalah kesuburan. "Menciptakan keseimbangan gula darah yang sehat adalah langkah penting dalam mengatur hormon," ujar pakar kesehatan.

Beberapa makanan yang perlu banyak dikonsumsi adalah folat dari sayuran hijau dan glucosinolates yang terkandung dalam brokoli, kembang kol dan kale.

Baca Juga: Ini 6 Kebiasaan Sepele Soal Makanan yang Berbahaya Untuk Kesehatan!





Tonton juga 'Membentuk Pola Makan yang Baik Sejak Dini':

[Gambas:Video 20detik]


(adr/odi)