Pola Diet Wine dan Telur Bisa Bahayakan Kesehatan, Ini Penjelasannya

Pola Diet Wine dan Telur Bisa Bahayakan Kesehatan, Ini Penjelasannya

Riska Fitria - detikFood
Selasa, 21 Agu 2018 10:20 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Beragram metode diet dilakukan untuk bisa menurunkan berat badan. Salah satunya dengan diet wine dan telur. Apa kelemahan diet ini?

Red wine dikenal dengan minuman bisa memabukkan, tapi kabarnya red wine juga bisa menurunkan berat badan. Ternyata diet wine dan telur sudah populer sejak dulu. Terbukti metode diet ini sudah diulas dalam majalah Vogue edisi 1977.

Dilansir dari The Daily Meal (16/08) metode diet ini dipelopori oleh Helen Gurley Brown, seorang penulis buku 'Sex and The Single Girl' tahun 1962. Helen menetapkan menu makan diet untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Bahkan tertulis, metode diet ini bisa menurunkan berat badan hingga 2 kg lebih.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pola Diet Wine dan Telur Bisa Bahayakan Kesehatan, Ini PenjelasannyaFoto: Istimewa

Metode dalam diet ini adalah sarapan dengan satu telur rebus, segelas red wine dan secangkir kopi hitam. Untuk makan siang dengan 2 telur rebus, 2 gelas red wine dan kopi hitam. Dan untuk makan malam dengan steak sebanyak 150 gram, segelas red wine dan kopi hitam.

Mungkin diet ini terdengar sedikit gila, tetapi pada tahun 1970-an justru terbilang normal. Sayangnya, diet ini tidak sehat untuk tubuh. Pasalnya, Anda akan kehilangan hampir semua nutrisi yang dibutuhkan ketika makan sehat. Metode ini justru membuat tubuh menjadi dehidrasi. Alkohol dan kopi hitam menyedot air langsung dari tubuh. Selain itu beberapa porsi telur yang minim tidak bisa mengeluarkan minuman keras yang dikonsumsi.

Baca juga: 7 Jenis Minuman Beralkohol Ini Bisa Merusak Program Diet Anda

Juru bicara Academy of Nutritiion & Dietetics, Julie Stefanski bahkan tidak ingin menyebut menu ini sebagai menu diet. "Menu acak in menyediakan 1.103 kalori dengan 43% kalorinya didapatkan dari alkohol dalam wine", ungkapnya.

Jumlah kalori tersebut hanya cukup untuk anak bayi berusia 1 tahun. Meskipun Anda meminum wine yang lebih sehat, kandungan alkohol di dalamnya tidak memberikan nutrisi sedikitpun.

Pola Diet Wine dan Telur Bisa Bahayakan Kesehatan, Ini PenjelasannyaFoto: iStock

Menurut Stefanski, Helen Gurley Brown tidak membaca buku pedoman terbaru tentang konsumsi alkohol yang diterbitkah oleh Lancet tahun ini. "Para peneliti menemukan bahwa kurang dari 100 gram alkohol per minggu bisa dikaitkan dengan risiko kematian terendah," ujarnya.

Setelah menjalani metode diet ini lebih dari 3 hari, ini sangat berbahaya karena melewati batas alkohol yang disarankan. Apalagi campuran alkohol dengan kopi tidak memiliki efek laksatif. "Saya bahkan tidak bisa membayangkan betapa buruknya perasaan seseorang ketika mencoba ini".

Jadi, jsebaiknya jangan mencoba ikuti metode diet ini karena bisa berbahaya. Metode diet aneh ini bukan pertama kalinya. Dalam beberapa dekade lalu, juga ada metode diet aneh, bahkan mereka sampai bersumpah bahwa dietnya akan berhasil.

Baca juga: Benarkah Konsumsi Wine, Cokelat dan Keju Bisa Turunkan Berat Badan?

(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads