Tak Bikin Gemuk, Pasta Justru Dapat Turunkan Berat Badan

Sonia Basoni - detikFood Jumat, 06 Apr 2018 11:30 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Pasta sering dianggap sebagai makanan tinggi kalori dan berlemak. Padahal studi menunjukkan, pasta ternyata dapat menurunkan berat badan.

Tidak seperti karbohidrat refinasi lainnya yang cepat diserap dalam aliran darah. Karbohidrat pasta memiliki indeks glikemik rendah sehingga tidak menyebabkan naiknya
kadar gula darah.

Dilansir dari Metro (04/04), studi terbaru tentang pasta ini dikeluarkan oleh St Michael's Hospital's Clinical Nutrition and Risk Modification Centre di Toronto, Kanada.
Tak Bikin Gemuk, Pasta Justru Dapat Turunkan Berat BadanFoto: iStock
Baca Juga: Mau Tetap Ramping? Mari Sarapan Pasta dengan Paduan Bahan Segar

Studi ini menunjukkan bahwa pasta bisa diterapkan ke dalam pola diet sehat, dan juga berguna untuk membantu penurunan berat badan. Studi ini meneliri lebih dari 2,500 orang yang mengonsumsi pasta setiap hari, yang menunjukkan bahwa pasta tidak ada hubungannya dengan kenaikan berat badan.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa pasta tidak memiliki kontribusi dalam kenaikan berat badan, atau peningkatan lemak tubuh," ungkap ketua penelitian Dokter John Sievenpiper.

"Setelah melakukan penelitian dengan bukti yang ada, kita dapat mengatakan bahwa pasta tidak memiliki efek buruk pada berat badan selama pasta dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan pola makan diet yang sehat. Bahkan pasta dapat membantu menurunkan ebrat badan, sehingga pasta bisa jadi bagian pola diet sehat," lanjut Dokter John.
Tak Bikin Gemuk, Pasta Justru Dapat Turunkan Berat BadanFoto: iStock
Selama ini pasta sering dianggap sebagai makanan tinggi kalori dan tidak sehat karena penggunaan saus dan toppingnya. Padahal di Italia sendiri, pasta merupakan makanan sehat yang sering diterapkan dalam program diet, terutama diet Mediterania.

Kebanyakan orang Italia menikmati pasta mereka dengan saus sayuran sederhana dan topping sayur sehat. Selain itu rendahnya indeks glikemiks dalam pasta membuat kadar insulin tetap terjaga. Hal ini menghindari Anda dari menginginkan makanan manis atau makanan berkalori tinggi.

Baca Juga: Tren Diet Rendah Karbohidrat Makin Marak, Penjualan Pasta di Italia Terus Turun (sob/odi)