Ini Penjelasan Soal MSG dan Gluten yang Sering Dicap Tidak Sehat (1)

Esther Suhana - detikFood Senin, 27 Nov 2017 18:33 WIB
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Ada beberapa bahan makanan yang kerap dicap untuk bagi kesehatan. Mulai dari MSG hingga gluten. Padahal anggapan tersebut tak sepenuhnya benar.

Dikutip dari Insider (16/11), makanan dengan MSG atau pemanis buatan ternyata tidak sepenuhnya berefek buruk bagi kesehatan. Mereka meminta dua ahli gizi untuk meluruskan anggapan keliru tersebut. Karenanya Anda tak perlu terlalu takut mengonsumsi 11 makanan ini.

Baca juga: Ngobrol Soal Makanan Ternyata Bisa Bikin Tubuh Lebih Sehat

Ini Penjelasan Soal MSG dan Gluten yang Sering Dicap Tidak Sehat (1)Foto: iStock

1. MSG

Banyak orang berpikir mengonsumsi makanan yang mengandung monosodium glutamat (MSG) akan sebabkan sakit kepala, mual, nyeri dada, dan jantung berdebar. Gejala ini pernah disebut "Chinese Restaurant Syndrome."

Namun, gejala tersebut ternyata tidak punya dasar kuat. MSG pertama kali ditemukan seorang ahli kimia Jepang yang didapatnya dari rumput laut. Namun semuanya berubah sejak seorang dokter menerbitkan surat di New England Journal of Medicine tahun 1968.

Isi surat tersebut adalah pertanyaan mengapa ia selalu merasa mati rasa dan jantungnya berdebar setelah makan Chinese Food. Beberapa ahli menganggap MSG adalah salah satu penyebabnya.

Namun dalam studi selanjutnya, MSG tidak terbukti menyebabkan gejala negatif tersebut. Menurut Mayo Clinic, sebagian orang tidak akan memiliki masalah jika memakannya dalam jumlah wajar.

2. Perasa buatan
Akhir-akhir banyak perusahaan makanan membuat pengumuman yang menyatakan restorannya tidak memakai perasa buatan. Ini karena mereka menganggap perasa buatan hanya akan memperburuk kesehatan seseorang.

Ahli gizi, Andy Bellatti mengatakan, "Masalah kesehatan saat ini yang ada di Amerika tidak ada hubungannya dengan perasa buatan atau alami." Selain itu, Bellatti menambahkan bahwa dia belum melihat data apapun mengenai perasa buatan atau alami dikaitkan dengan hasil kesehatan yang mengerikan bagi tubuh manusia.

Dengan kata lain, jika Anda benar-benar ingin makan makanan yang sehat, menghilangkan perasa buatan tidak perlu dijadikan prioritas utama.

Ini Penjelasan Soal MSG dan Gluten yang Sering Dicap Tidak Sehat (1)Foto: Thinkstock

3. Susu
Susu merupakan sumber kalsium yang sangat baik, tapi susu bukanlah satu-satunya makanan tinggi kalsium. Bagi sebagian orang yang kesulitan mencerna laktosa, yakni gula alami yang ditemukan dalam susu, susu memang sebaiknya dihindari.

Tapi jika Anda tidak memiliki masalah dalam mencernanya, susu bisa jadi bagian pola makan sehat. Ahli gizi Georgie Fear, penulis Lean Habits for Lifelong Weight Loss, mengatakan, "Tentu jika seseorang memilih untuk menghindari susu karena alergi atau alasan lain, tidak apa-apa," kata Fear. "Tapi tidak ada pembuktian yang nyata untuk menghindarinya hanya karena masalah kesehatan," lanjut Fear.

4. Pemanis buatan
Pernah disebutkan bahwa pemanis buatan akan sebabkan kanker jika dikonsumsi. Namun, penelitian pada manusia tidak memberikan pembuktian adanya peningkatan risiko kanker dari konsumsi pemanis buatan. Hal tersebut dijelaskan oleh American Cancer Society.

"Tidak ada bukti bahwa pemanis buatan menyebabkan kanker," kata Fear.

Ini Penjelasan Soal MSG dan Gluten yang Sering Dicap Tidak Sehat (1)Foto: iStock/detikFood

5. Karbohidrat
Ketika kita mendengar kata 'karbohidrat', maka biasanya makanan yang muncul adalah makanan yang terbuat dari tepung halus seperti bagel, biskuit, dan lain sebagainya.

Tapi ada banyak makanan berat karbohidrat yang juga kaya akan nutrisi. Seperti kacang polong, gandum, buah-buahan serta sayuran.

"Saya tidak suka kalau karbohidrat hanya dimasukkan ke dalam satu kategori besar, seolah-olah lentil dan Pop Tarts sama akan menyebabkan kesehatan yang buruk bagi tubuh Anda," kata Bellatti.

Bagel dan kue bisa menjadi bagian dari rencana penurunan berat badan yang sehat. Tapi bukan artinya seluruh makanan yang mengandung karbohidrat memiliki efek yang sama. Karena karbohidrat merupakan nutrisi utama yang dibutuhkan tubuh.

6. Kopi
Banyak diet detoks menyarankan untuk berhenti minum kopi. Pecandu kafein akan dengan senang hati mengetahui bahwa tidak ada alasan ilmiah untuk berhenti meminumnya.

"Satu-satunya masalah dengan asupan kafein adalah jika sudah mengganggu tidur seseorang, pasti ada dampak kesehatan yang terkait dengan tidak cukup tidur," kata Fear. "Dan jika Anda memasukkan banyak gula ke dalamnya, itu bisa menjadi sumber tambahan gula dalam makanan. Tapi dalam kebanyakan kasus, kopi itu sangat protektif."

Menurut Harvard School of Public Health ada bukti yang menunjukkan bahwa kopi dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2, kanker hati, penyakit Parkinson (kerusakan otak dan saraf progresif yang memengaruhi gerak motorik), dan penyakit jantung. Mereka yang minum kopi bahkan hidup lebih lama.

Hanya saja Mayo Clinic menyarankan orang dewasa untuk membatasi asupan kafein mereka sampai 400 mg per hari.

Baca juga: Jika Minum Minimal Dua Cangkir Kopi Sehari Bisa Kurangi Risiko Kanker Hati

(adr/adr)