Ini Sebabnya Anda Harus Kurangi Konsumsi Daging Merah

Sonia Permata - detikFood Selasa, 10 Jan 2017 15:34 WIB
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Konsumsi daging merah berlebihan berisiko memicu aneka penyakit. Karenanya dianjurkan untuk mengurangi konsumsinya.

Jika Anda penggemar daging merah, sebaiknya berpikirlah dua kali untuk mengonsumsi dalam jumlah berlebih. Mulailah batasi asupannya.

Daging merah terkenal sebagai salah satu sumber protein dan energi. Namun, konsumsi daging merah secara terus menerus dalam jumlah banyak dapat menimbulkan berbagai penyakit yang serius pada tubuh.

Ini Sebabnya Anda Harus Kurangi Konsumsi Daging MerahFoto: GettyImages
Seperti dikutip dari health.com (09/01/17), ada dua studi baru yang menjelaskan bahayanya konsumsi daging merah. Studi pertama menunjukkan bahwa daging merah dapat meningkatkan risiko terjangkit divertikulitis. Sebuah kondisi dimana kantung-kantung usus besar meradang dan terinfeksi.

Lalu studi kedua, menemukan hubungan antara tingginya tingkat kematian dini di kalangan penderita kanker payudara yang mengonsumsi daging merah entah dibakar, diasap, atau olahan lainnya.

Juga ada studi yang melaporkan adanya potensi bahaya memasak daging pada suhu tinggi, yang telah terbukti dapat menghasilkan senyawa inflamasi dan karsinogenik. Daging yang dimasak pada suhu tinggi sebelumnya sudah disinyalir memiliki keterkaitan dengan peningkatan risiko kanker dan diabetes.

Ini Sebabnya Anda Harus Kurangi Konsumsi Daging MerahFoto: GettyImages
Penelitian terbaru, yang diterbitkan di Journal Gut, melihat adanya dampak potensial dari daging merah, unggas, dan asupan ikan pada peluang seseorang terkena divertikulitis. Setidaknya lebih dari 200.000 pasien terjangkit penyakit ini setiap tahunnya, dan belakangan menyerang usia muda.

Setelah menyesuaikan dengan faktor lain seperti merokok, olahraga, penggunaan obat, dan asupan serat,peneliti menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi daging merah lebih banyak memiliki peningkatan risiko terserang divertikulitis sebesar 58%. Dibandingkan mereka yang mengonsumsi daging merah lebih sedikit.

Salah satu peneliti dalam studi ini Andrew Chan, MD, direktur program The Gastrointestinal Training Program di Massachusetts General Hospital, mengatakan bahwa penelitian lebih lanjut tentang hal ini diperlukan untuk menentukan dengan tepat bagaimana daging merah memiliki keterkaitan dengan penyakit divertikulitis.

Para peneliti menyarankan untuk menghindari daging produk olahan, yang memiliki banyak pengawet dan umumnya di produksi pada suhu yang lebih tinggi sehingga sangat berbahaya bagi microbiome yaitu bakteri baik dalam usus.

Ini Sebabnya Anda Harus Kurangi Konsumsi Daging MerahFoto: GettyImages
Selain itu para peneliti juga menentukan bahwa mengganti satu porsi harian daging merah dengan ikan atau daging unggas bisa menurunkan risiko terkena divertikulitis sebanyak 20%.

"Sangat mudah untuk memberitahu orang-orang untuk membatasi asupan daging merah. Tetapi lebih bagus jika kita turut menyarankan apa yang harus mereka makan untuk menggantikan daging merah," ungkap Dokter Chan.

Dalam temuan ini, para peneliti mengungkapkan bahwa daging unggas atau ikan tidak memiliki kaitannya dengan risiko terkena divertikulitis. Bahkan beberapa peneliti menganggap bahwa daging unggas dan ikan dapat menjadi pelindung.

"Daging merah telah dikaitkan dengan masalah kesehatan lainnya, seperti risiko terkena penyakit jantung lebih tinggi dan beberapa jenis kanker," pungkas Dokter Chan. (ani/odi)