Ngidam Makanan Manis Bisa Jadi Karena Bakteri dalam Usus Tak Seimbang

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Jumat, 11 Mar 2016 13:33 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Ngidam makanan bisa terjadi kapanpun dan pada siapapun. Alexandra Jamieson selaku praktisi nutrisi menyoroti kurang asupan mineral dan ketidakseimbangan bakteri usus sebagai penyebabnya.

Sebagian besar makanan yang dikonsumsi manusia berasal dari tanah dengan kondisi kurang mineral. Tahun 2013, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) dalam Panduan Pola Makan Amerika (2010) mengungkap rata-rata warganya kurang asupan mineral seperti potasium, kalsium, dan magnesium.

Namun di sisi lain, epidemi obesitas terus meningkat tiap tahun di Amerika. Kondisi ini terjadi karena kalori didapat dari konsumsi karbohidrat olahan seperti makanan olahan manis. Makanan ini umumnya kurang mengandung vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh. Akibatnya tubuhpun menginginkan makanan dengan nutrisi yang kurang tersebut.



Magnesium, misalnya, diperlukan untuk mengontrol glukosa darah, menjaga fungsi saraf dan otot, serta mengatur tekanan darah. Sementara kromium berperan dalam mengendalikan gula darah dan mengubah makanan menjadi energi. Kalsium tak kalah penting untuk menjaga keasaman darah dan memelihara kesehatan tulang serta gigi.

Ngidam cokelat dikaitkan dengan kekurangan magnesium yang memang terkandung banyak dalam cokelat. Khususnya dark chocolate dan cocoa mentah.

Sayangnya, banyak yang mengatasi ngidam cokelat dengan melahap cokelat manis penuh gula. Selain kandungan magnesiumnya sedikit, cokelat jenis ini tentu lebih berlemak.

Dikutip dari Fox News (10/03), Jamieson memberi alternatif sehat dari ngidam makanan berikut:

1. Ngidam cokelat pertanda tubuh kurang magnesium. Atasi dengan makan ​flaxseed​, chia, atau kelp.

2. Ngidam camilan berlemak dan berminyak pertanda tubuh kurang kalsium. Atasi dengan makan sawi, brokoli, dan wijen.

3. Ngidam kopi pertanda tubuh kurang sulfur. Atasi dengan makan kuning telur, bawang putih, dan bawang bombay.



Dalam bukunya 'Women, Food & Desire,' Jamieson mengungkap akar ngidam makanan yang bersumber dari persoalan gizi, emosional, fisik, dan jumlah bakteri dalam usus.

Bakteri dalam usus diperlukan untuk membantu mencerna makanan sekaligus menyerap nutrisi dari makanan. Seperti halnya makhluk hidup, bakteri ini juga perlu makan untuk tetap hidup.

Terdapat dua jenis bakteri usus yaitu bakteri jahat dan baik. Bakteri jahat bisa dengan mudah berkembang dan membunuh bakteri baik. Penyebabnya antara lain konsumsi banyak makanan manis, stress berkelanjutan, penggunaan antibiotik berlebihan, dan ketidakseimbangan hormonal yang mungkin berasal dari racun dalam makanan.

Bakteri jahat tersebut lalu 'berkomunikasi' dengan tubuh kita lewat sistem saraf. Mereka meminta 'jatah' makan dengan makanan manis, bertepung, dan mengandung gula laktosa. Ini juga jadi salah satu sebab munculnya ngidam makanan manis.



Ketidakseimbangan jumlah bakteri baik dan jahat dalam usus dapat sebabkan masalah kesehatan. Seperti kembung, bergas, diare, dan sembelit. Untuk mempertahankan bakteri baik dalam usus, perlu mengonsumsi makanan yang tepat dan menghindari makanan pemicu berkembangnya bakteri jahat.

Jamieson mengungkap makanan yang dapat memelihara keseimbangan bakteri usus antara lain makanan fermentasi alami seperti kimchi, asinan kubis mentah (sauerkraut), dan cuka apel yang tidak dipasteurisasi.

(adr/odi)