Ini Kiat Menikmati Brunch Agar Tubuh Tetap Sehat dan Ramping

Ragam Breakfast dan Brunch

Ini Kiat Menikmati Brunch Agar Tubuh Tetap Sehat dan Ramping

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood
Rabu, 21 Okt 2015 16:37 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Brunch yang disantap antara sarapan dan makan siang kini jadi gaya hidup perkotaan. Ini saran Jansen Ongko saat mengonsumsi brunch agar tubuh tetap sehat dan ramping.​

Brunch yang sebenarnya sudah menjadi tradisi orang Inggris dan Amerika di awal 1800-an belakangan ini marak di Indonesia. Ada banyak tempat makan serta restoran yang menyuguhkan berbagai promo brunch dengan sajian menu yang beragam dari menu a la Indonesia hingga Barat.

Menurut Jansen Ongko, brunch sebenarnya harus dicermati juga. Tubuh juga akan merasakan reaksi tertentu jika perut kita yang terbiasa sarapan tiba-tiba mendapat asupan makanan dari brunch.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT




β€œApabila dalam sehari frekuensi makan Anda hanya 2 kali, maka saat brunch boleh mengonsumsi sekitar 50β€Ž% dari kebutuhan asupan harian. Konsekuensi dari makan dalam jumlah seperti ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan ringan seperti sakit perut dan begah, sulit atau malas bergerak, Apabila pencernaan sudah ada gangguan, makan dalam jumlah besar bisa berdampak lebih serius seperti naiknya asam lambung, rasa nyeri yang menusuk, dan muntah-muntah.” ujar Jansen Ongko.

Tak sedikit juga yang menganggap brunch sebagai makan siang. Karenanya, banyak yang menganggap tak apa melahap hidangan brunch dalam jumlah banyak, karena tak akan makan lagi sampai sore. Anggapan ini pun tak disetujui ​oleh Jansen Ongko. β€œPemilihan menu makan yang salah saat brunch dalam porsi berlebihan berpotensi menyebabkan obesitas atau kegemukan!” tuturnya serius.

β€œWalaupun Anda hanya makan satu kali dalam sehari, dengan pemilihan menu yang salah dapat dengan mudah membuat asupan melebihi kelebihan tubuh harian,” Ia juga memberi contoh makanan dan porsi makanan yang patut diwaspadai.



Seperti martabak manis yang mengandung 3.000-4.000 kalori per loyang. Jika kebutuhan asupan kalori rata-rata 2.000-2.500, maka surplus kalori tersebut akan dikonversi sebagai lemak tubuh. Ada juga kue lapis legit utuh dengan ukuran 21 cm dapat mengandung kalori sampai dengan 14.000. Makan seperempat saja sudah melebihi kebutuhan asupan harian tubuh.

Jika Anda harus menikmati brunch sekalipun, pilihlah menu yang sehat dan tidak dalam porsi yang banyak.

β€œAnda bisa memilih Gado-gado, olahan telur dan ayam yang dibakar, jangan yang digoreng, serta buah seperti semangka dan air putih. Carilah menu makan yang mengandung sumber karbohidrat, protein, sayur, dan lemak. Kombinasikan sumber makanan tersebut menjadi suatu menu yang sesuai untuk kebutuhan kita. Untuk pemilihan gado-gado, agar lebih sehat sebaiknya sedikit saja atau tidak mengambil kerupuk. Kerupuk punya kalori yang tinggi dan tak mengenyangkan. Jika ingin lebih kenyang, tambahkan sumber protein lain seperti telur rebus, ayam yang dibakar, atau tahu dan tempe. Bumbu kacang pun sebaiknya dikonsumsi dalam porsi wajar,”

Kiat brunch cermat a la Jansen Ongko juga menekankan asupan serat yang banyak di dalam sayur. β€œK​arbohidrat, protein, sayur, dan lemak. Kita dapat kombinasikan sumber makanan tersebut menjadi suatu menu yang sesuai untuk kebutuhan kita,” Dan yang penting juga, kelengkapan menu brunch juga mengonsumsi buah dan air yang cukup!

β€œLengkapi menu brunch dengan mengonsumsi buah dan air yang cukup (2-3 gelas atau lebih). Anda dapat memilih Β½ potong pepaya, 1 buah pisang, 1 potong melon, 1 buah apel, 1 buah jeruk ataupun Β½ potong semangka” tuturnya memberikan contoh buah-buahan yang kaya serat tersebut.

Anda juga bisa menikmati menu brunch yang sedikit berat. Jansen memberikan contoh seperti Nasi Timbel komplit dengan ayam dan tempenya dibakar atau hanya diungkep saja bisa jadi salah satu menu brunch yang sehat.

Kalau begitu, apakah brunch sebenarnya aman kita terapkan setiap hari? β€œBrunch tidak apa-apa apabila brunch di lakukan pada waktu yang teratur dan dengan porsi dan jenis yang sesuai. Rentan waktu yang teratur di sini adalah melakukan brunch pada jam yang sama secara terus menerus, misalnya setiap jam 12 atau jam lainnya, sehingga tubuh akan melakukan adaptasi dan asam klorida tidak keluar secara berlebih akibat lambung yang kosong. Porsi yang sesuai adalah porsi sesuai kebutuhan Anda.” jelas pria berkacamata ini.




(tan/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads