Pelanggan Protes Mi Goreng Lebih Mahal dari Mi Kuah, Ini Kata Pemilik Warung

Pelanggan Protes Mi Goreng Lebih Mahal dari Mi Kuah, Ini Kata Pemilik Warung

Atiqa Rana - detikFood
Rabu, 21 Okt 2026 18:30 WIB
Pelanggan Protes Mi Goreng Lebih Mahal dari Mi Kuah, Ini Kata Pemilik Warung
Foto: Lianhe Zaobao
Jakarta -

Seorang pelanggan mengeluhkan harga pesanan mi goreng yang lebih mahal dibandingkan mi kuah. Pemilik warung pun ungkap alasan ini!

Biasanya menu mi goreng dan mi kuah ditawarkan dengan harga sama di tempat makan. Namun, beberapa kondisi bisa membuatnya berbeda.

Dilansir dari theindependent.sg (20/10), seorang warga Singapura mengeluh usai makan di warung mi kawasan Bedok North. Di papan menu ia melihat informasi adanya biaya tambahan jika ingin makan mi goreng atau dry noodle.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengungkap, "Saya jarang melihat menu mi goreng dikenakan biaya tambahan."

Selain itu, tambahan topping, seperti bakso ikan, bakso daging, pangsit, ayam, dan daging babi cincang, akan dikenakan biaya tambahan sebesar 1 SGD (Rp14.085). Sedangkan jika ingin tambah topping udang, biayanya 1,5 SGD (Rp21.128).

ADVERTISEMENT

Namun, penulisan titik desimal pada informasi tersebut membuat pelanggan ini sempat kebingungan. "Titik desimal yang ditulis tidak jelas, dan tulisan 1.50 untuk tambahan udang terlihat seperti 15," lanjutnya.

Menanggapi keluhan pelanggan, pemilik warung akhirnya buka suara. Ia mengatakan kalau dry noodle atau mi goreng membutuhkan lebih banyak saus. Sedangkan mi kuah biasanya disajikan dengan saus terpisah. Oleh karena itu, dibutuhkan biaya tambahan beberapa sen untuk menu mi goreng.

Pelanggan Protes Mi Goreng Lebih Mahal dari Mi Kuah, Ini Kata Pemilik WarungBegini bentuk papan menu makanan di warung mi tersebut. Foto: Lianhe Zaobao

Menurut pemilik warung, harga tambahan di warungnya masih masuk akal dibandingkan dengan warung lain yang biasanya mengenakan tambahan 50 sen (Rp6.989). Biayanya lebih tinggi dari yang mereka tetapkan karena warung tersebut hanya mengenakan tambahan sebesar 20 sen atau Rp2.817
.

Lebih lanjut pemilik warung menekankan bahwa harga mereka telah tercantum dengan jelas dalam papan menu, sehingga tidak akan menimbulkan kesalahpahaman.

Mengenai kesalahan penulisan perhitungan harga udang, pemilik mengakui bahwa itu memang kelalaiannya dan menyatakan bahwa ia mungkin tidak memerhatikan titik desimal jadi kurang jelas saat menuliskannya. Pemilik langsung mengoreksi kesalahan tersebut untuk menghindari kesalahpahaman dan kebingungan pelanggan.

Pelanggan Protes Mi Goreng Lebih Mahal dari Mi Kuah, Ini Kata Pemilik WarungPelanggan sempet protes pesanan dry noodle atau mi keringnya dikenakan tambahan biaya 20 sen. Foto: Lianhe Zaobao

Dengan penjelasan lebih detail terkait proses pembuatan mie dan harganya, pemilik warung ini berharap pelanggan bisa lebih paham.



(aqr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads