Situs kuliner TasteAtlas merilis daftar 5 dessert terbaik Indonesia 2026. Jajanan tradisional seperti pisang goreng, klepon, hingga odading jadi juara.
Indonesia memiliki beragam jajanan tradisional dengan cita rasa manis yang digemari masyarakat. Beberapa di antaranya bahkan masuk dalam daftar makanan penutup terbaik Indonesia versi TasteAtlas terbaru pada 2026.
Situs kuliner global tersebut menempatkan pisang goreng di urutan pertama, disusul klepon, hingga kue putu. Kelima jajanan ini dikenal menggunakan bahan sederhana, tetapi memiliki rasa dan cara pengolahan yang khas.
Sebagian juga masih mudah ditemukan di pasar tradisional maupun pedagang kaki lima. Berikut lima daftarnya:
1. Pisang Goreng
Pisang goreng menempati urutan pertama dalam daftar makanan penutup terbaik Indonesia versi TasteAtlas 2026. Jajanan ini mudah ditemukan di berbagai daerah, terutama di pedagang kaki lima yang menjual aneka gorengan.
Umumnya, pisang dipotong dan dibalut adonan tepung sebelum digoreng hingga berwarna keemasan. Di Bali, jajanan ini dikenal sebagai godoh biu, sedangkan di Jawa disebut gedhang goreng.
Selain versi tradisional, pisang goreng juga disajikan dengan tambahan gula halus, kayu manis, cokelat, selai, hingga es krim sebagai pelengkap yang menambah cita rasa manis.
2. Klepon
Klepon berada di posisi kedua sebagai salah satu makanan penutup khas Indonesia terbaik di tahun ini. Kue berbentuk bola kecil ini dibuat menggunakan tepung ketan dengan isian gula merah yang meleleh ketika digigit.
Bagian luarnya biasanya berwarna hijau dari pandan atau daun suji, kemudian dibalut kelapa parut. Klepon banyak dikaitkan dengan kuliner tradisional Jawa.
Di sejumlah wilayah Sumatra, Sulawesi, dan Malaysia, jajanan serupa juga dikenal sebagai onde-onde atau buah melaka. Klepon biasanya disajikan menggunakan daun pisang dan paling nikmat disantap ketika masih segar.
3. Odading
Di urutan ketiga ada odading, jajanan manis khas Bandung, Jawa Barat. Kudapan ini dibuat dari adonan tepung terigu, ragi, gula, susu, dan terkadang telur yang diuleni hingga kalis.
Adonan kemudian dibentuk menjadi persegi atau persegi panjang, lalu digoreng sampai mengembang dan berwarna kecokelatan. Bagian dalamnya memiliki tekstur empuk dan ringan, sedangkan bagian luarnya sedikit kenyal serta semakin renyah setelah dingin.
Menurut TasteAtlas, nama odading diyakini muncul pada masa kolonial ketika pengaruh kuliner Belanda berpadu dengan teknik memasak masyarakat setempat di Indonesia.
Simak Video "Pisang Goreng Waras, Camilan Krispi yang 'Lahir' di Masa Pandemi"
(sob/adr)