Kue tradisional Indonesia ternyata punya perjalanan sejarah yang panjang. Beberapa di antaranya bahkan tercatat dalam Serat Centhini sejak awal abad ke-19.
Kue tradisional Indonesia tidak hanya dikenal karena rasa dan bentuknya yang khas. Sejumlah jajanan memiliki jejak sejarah panjang yang dapat ditelusuri melalui naskah kuno dan catatan kuliner.
Beberapa di antaranya bahkan sudah disebut dalam naskah Jawa dari awal abad ke-19. Ada pula kue yang disebut telah dikenal sejak lebih lama, meski bukti tertulisnya baru ditemukan dalam naskah yang dibuat kemudian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ini 5 kue tradisional Indonesia tertua dilansir dari berbagai sumber:
Kemunculan kue carabikang tertulis dalam Serat Centhini. Foto: Instagram |
1. Carabikang
Carabikang menjadi salah satu kue tradisional yang memiliki jejak sejarah cukup tua. Kue berbentuk seperti bunga merekah ini disebut sudah ada sejak abad ke-18.
Jejaknya ditemukan dalam Serat Centhini dengan nama corobikang. Naskah tersebut memuat berbagai pengetahuan tentang kehidupan dan kebudayaan Jawa, termasuk makanan.
Serat Centhini sendiri mulai ditulis pada 1814 dan rampung pada 1823. Karena itu, penyebutan corobikang menjadi salah satu bukti tertulis penting mengenai keberadaan kue ini pada masa lalu.
2. Putu
Kue putu juga mempunyai jejak sejarah yang dapat ditelusuri hingga awal abad ke-19. Dalam Serat Centhini, kue ini ditulis menggunakan nama puthu.
Dalam catatan tersebut, puthu disebut sebagai hidangan yang disajikan bersama serabi. Serat Centhini mulai ditulis pada 1814 sehingga keberadaan putu setidaknya sudah terdokumentasi pada masa tersebut.
Ada pula catatan yang mengaitkan bentuk awal putu dengan panganan berbahan tepung beras dari China. Namun, hubungan tersebut lebih tepat hanya disebut sebagai bagian dari penelusuran sejarah.
3. Klepon
Klepon termasuk jajanan pasar yang memiliki bukti tertulis cukup jelas. Sejarawan makanan Fadly Rahman menyebut bukti tertulis tertua mengenai klepon terdapat dalam Serat Centhini dari awal abad ke-19.
Dalam naskah tersebut, klepon beberapa kali disebut sebagai hidangan untuk jamuan. Kue ini juga digunakan sebagai panganan dalam acara selamatan dan perayaan.
Meski begitu, keberadaan klepon diperkirakan lebih tua daripada catatan tersebut. Bahan seperti tepung beras, pandan, gula aren, dan kelapa telah lama menjadi bagian dari pangan masyarakat Jawa.
Kue serabi diprediksi sudah disajikan sejak sebelum 1814. Foto: Charolin Pebrianti/ detikjatim) |
4. Serabi
Serabi merupakan jajanan tradisional lain yang tercatat dalam Serat Centhini. Naskah yang ditulis pada 1814-1823 itu menyebut serabi dalam berbagai konteks kehidupan masyarakat Jawa.
Serabi merupakan jajanan tradisional lain yang tercatat dalam Serat Centhini. Naskah yang ditulis pada 1814-1823 itu menyebut serabi dalam berbagai konteks kehidupan masyarakat Jawa.
Serabi bahkan disebut sebagai jajanan yang dijual ketika pertunjukan wayang kulit berlangsung. Kue ini juga muncul dalam konteks berbagai prosesi adat seperti pernikahan dan ruwahan.
5. Cenil
Cenil juga masuk dalam jajaran jajanan tradisional yang memiliki jejak dalam Serat Centhini. Nama cenil atau bentuk penyebutannya disebut dalam naskah tersebut yang berasal dari 1814.
Cenil juga masuk dalam jajaran jajanan tradisional yang memiliki jejak dalam Serat Centhini. Nama cenil atau bentuk penyebutannya disebut dalam naskah tersebut yang berasal dari 1814.
Jejak sejarah cenil menunjukkan bahwa jajanan pasar ini mempunyai hubungan panjang dengan budaya pangan Jawa. Teksturnya yang kenyal dan penggunaan bahan sederhana membuatnya tetap bertahan sebagai makanan tradisional hingga sekarang.
Simak Video "Indonesia Peringkat 6 Negara dengan Masakan Terbaik Dunia Versi Taste Atlas"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN