Soto punya ciri khas yang membedakannya dari sup, sayur, maupun coto. Selain dari kuahnya, soto punya karakteristik yang membuatnya berbeda.
Soto menjadi salah satu hidangan berkuah yang sangat lekat dengan kuliner Indonesia. Jenisnya beragam dan tiap daerah punya racikan serta ciri khas.
Ada soto dengan kuah bening, kuning, santan, hingga kuah berwarna gelap. Isian dan pelengkapnya juga beragam, mulai dari daging sapi, ayam, hingga jeroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keragaman itu membuat soto terkadang sulit dibedakan dari hidangan berkuah lainnya. Lantas, apa sebenarnya yang membuat sebuah makanan bisa disebut soto?
Soto punya karakter tersendiri yang membuatnya berbeda dengan hidangan berkuah lainnya. Foto: Tim detikFood |
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), soto merupakan masakan dengan kuah yang dimasak tersendiri. Kuah tersebut kemudian disajikan bersama daging dan berbagai bahan pelengkap.
Dalam penelitian tentang soto Indonesia, hidangan ini memiliki karakter berupa kuah berbumbu rempah. Kuah tersebut kemudian dipadukan dengan protein, sayuran, serta sumber karbohidrat.
Soto juga dikenal memiliki racikan bumbu yang kuat dan menjadi penentu karakter tiap daerah. Secara umum, soto sebenarnya dapat ditempatkan sebagai salah satu jenis hidangan berkuah atau sup.
Istilah sup memiliki cakupan yang jauh lebih luas dan digunakan untuk berbagai hidangan berkuah. Sementara soto berkembang sebagai hidangan berkuah dengan identitas kuliner Nusantara.
Soto juga berbeda dengan sayur yang berkuah. Sayur lebih menempatkan sayuran sebagai komponen penting, sedangkan soto memiliki perpaduan kuah berbumbu, isian, dan pelengkap.
Bahkan soto dan coto punya perbedannya juga. Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom |
Contohnya adalah sayur bening bayam yang memiliki kuah dan sayuran. Hidangan tersebut tidak otomatis disebut soto karena tidak memiliki konstruksi khas soto.
Untuk bumbunya, biasanya soto memakai racikan kombinasi bumbu aromatik segar dan rempah kering yang kaya untuk menciptakan rasa gurih. Bumbu dasarnya bisa berupa bawang, kunyit, jahe, lengkuas, kemiri, dan ketumbar.
Lalu ada rempah aromatik yang biasanya ditambahkan utuh (cemplung) ke dalam kuah. Di antaranya serai, daun jeruk, daun salam, kayu manis, atau cengkih.
Uniknya, warna kuah juga bukan penentu utama sebuah makanan disebut soto. Salah satu contoh menarik bisa ditemukan pada Coto Makassar.
Meski namanya berbeda, hidangan khas Makassar ini masih memiliki hubungan dekat dengan keluarga soto. Coto Makassar memiliki kuah berwarna cokelat gelap dengan rasa gurih dan rempah yang kuat.
Salah satu cirinya adalah penggunaan kacang tanah yang dihaluskan. Untuk isiannya, coto Makassar juga lebih didominasi oleh jeroan atau organ dalam sapi.
Kesimpulannya, soto tak hanya bisa dikenali dari warna kuah atau isiannya saja. Sebab setiap jenis soto dari daerah yang berbeda-beda memiliki identitasnya sendiri.
(dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN