×
Ad

Siapa Sangka? 5 Makanan Populer Karibia Ini Punya Masa Lalu Kelam

Sonia Basoni - detikFood
Sabtu, 26 Sep 2026 17:00 WIB
Foto: Site Culinary/Visual
Jakarta -

Tak hanya unik dan lezat, makanan khas Karibia ini menyimpan sejarah tak terduga. Ada yang berasal dari singkong beracun hingga menjadi simbol kemerdekaan.

Kuliner Karibia dikenal dengan racikan bumbu dan bahan yang beragam. Namun, di balik kelezatannya, sejumlah makanan ternyata menyimpan sejarah yang tak terduga.

Ada makanan yang dibuat dari bahan beracun hingga hidangan yang berhubungan dengan masa perbudakan dan perjuangan kemerdekaan.

Sejarah panjang kawasan Karibia memang ikut membentuk tradisi kulinernya, mulai dari pengaruh masyarakat asli, kolonialisme, hingga budaya Afrika. Kini, makanan tersebut tetap bertahan dan bahkan menjadi bagian penting dari kuliner di berbagai negara Karibia.

Dilansir dari Listverse (25/09/2026), berikut lima makanan Karibia dengan sejarah paling tak terduga:


1. Bammy dari Singkong yang Bisa Beracun

Siapa Sangka? 5 Makanan Populer Karibia Ini Punya Masa Lalu Kelam Foto: Site Culinary/Visual

Bammy merupakan makanan khas Jamaika berbahan singkong yang memiliki sejarah panjang. Beberapa jenis singkong pahit mengandung senyawa sianogenik yang dapat melepaskan hidrogen sianida sehingga berbahaya jika tidak diolah dengan benar.

Masyarakat asli Karibia kemudian mengembangkan teknik khusus untuk membuatnya aman dikonsumsi. Singkong dikupas, diparut atau digiling, lalu diperas untuk membuang cairan beracun.

Pengetahuan tersebut sudah dikenal warga lokal Taíno yang mengolah singkong menjadi kue bernama cazabe. Teknik pengolahan ini kemudian bertahan hingga sekarang dalam bentuk bammy.


2. Soup Joumou yang Menjadi Simbol Kemerdekaan

Siapa Sangka? 5 Makanan Populer Karibia Ini Punya Masa Lalu Kelam Foto: Site Culinary/Visual

Setiap 1 Januari, warga Haiti memiliki tradisi menikmati soup joumou. Sup berbahan labu giraumon ini biasanya dilengkapi sayuran, plantain, daging, pasta, dan aneka rempah. Namun, di balik tampilannya terdapat sejarah panjang yang berkaitan dengan perbudakan.

Menurut tradisi Haiti dan sejarah yang diakui UNESCO, hidangan ini berkaitan dengan masyarakat kolonial Prancis di Saint-Domingue dan tidak diperbolehkan untuk orang-orang yang diperbudak.

Setelah Haiti mendeklarasikan kemerdekaan pada 1 Januari 1804, soup joumou kemudian dinikmati sebagai simbol kebebasan, martabat, dan kemenangan atas kolonialisme.

3. Souse dari Bagian Babi yang Dulu Tak Diinginkan

Siapa Sangka? 5 Makanan Populer Karibia Ini Punya Masa Lalu Kelam Foto: Site Culinary/Visual

Di Barbados, pudding and souse menjadi makanan yang identik dengan hari Sabtu. Souse secara tradisional dibuat menggunakan bagian babi seperti kaki, telinga, dan lidah. Daging tersebut kemudian dipadukan dengan mentimun, jeruk nipis, rempah, serta cabai.

Sejarah souse berkaitan dengan sistem perkebunan pada masa perbudakan. Orang-orang Afrika yang diperbudak mendapatkan bagian hewan yang dianggap tidak diinginkan oleh pemilik budak.

Dengan kemampuan memasak yang dimiliki, bagian tersebut dibumbui, diasamkan, dan diawetkan hingga menjadi makanan lezat. Kini, souse justru menjadi sajian yang banyak dicari di Barbados.




(sob/adr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork