×
Ad

Jual Beli Daging Babi di Area Kosong Jadi Sorotan, Begini Kronologinya

Atiqa Rana - detikFood
Jumat, 25 Sep 2026 15:30 WIB
Foto: Mothership.sg / Jamiro
Jakarta -

Seorang warga terkejut usai melihat sekelompok orang menjual daging babi mentah di area kosong sebuah gedung. Kelompok tersebut sudah dilaporkan dan kini sedang diperiksa.

Peraturan jual beli di Singapura amat ketat. Menurut regulasi resmi dari Singapore Food Agency (SFA) di Bawah Undang-Undang kesehatan Masyarakat Lingkungan, segala aktivitas perdagangan makanan di ruang publik tanpa izin usaha valid adalah sebuah pelanggaran hukum.

Baru-baru ini kasus yang diduga pelanggaran hukum seperti itu terjadi di Singapura dan tengah membuat heboh warga sekitar. Berawal dari warga lokal bernama Jamiro yang melihat kejadian ini pertama kali.

Dalam video yang diunggah Jamiro, terlihat sekelompok orang kurang lebih terdiri dari 12, berkumpul di sekitar meja yang ada di area kosong gedung apartemen Blok 107 Rivervale Walk. Aktivitas jual beli pun terlihat di sana di mana seorang pria memotong daging dengan pisau khusus dan tersedia timbangan daging, lapor mothership.sg (22/9).

Daging utama yang dijual oleh sekelompok tersebut diketahui adalah daging babi beku. Jamiro mengaku telah melihat kelompok tersebut berjualan mulai dari akhir bulan lalu. Kelompok tersebut pun tampak beroperasi secara terbuka.

Namun, ketika ditanya, salah satu orang di kelompok tersebut mengungkap dalam bahasa Mandarin yang artinya mereka 'tidak menjual' tetapi hanya 'memotong' daging tersebut.

Begini kondisi daging babi mentah yang dijual oleh kelompok tersebut. Foto: Mothership.sg / Jamiro

Jamiro yang melihat aktivitas ini merasa khawatir atas keamanan pangan, serta keselamatan warga. Bukan apa-apa, pasalnya pisau daging tersebut dipakai di tempat terbuka. Dalam video juga terlihat jika potongan daging diletakkan di atas meja, samping timbangan dan pisau daging. Ada juga daging yang diletakkan di kardus atas tanah.

Wanita ini juga mengkhawatirkan kondisi anak-anak sekitar, karena adanya taman bermain di dekat sekelompok tersebut berjualan daging.

Soerang pria lalu memberitahu Jamiro bahwa salah satu dari kelompok tersebut diduga telah membeli daging dalam jumlah grosiran kemudian mereka memotongnya kembali untuk dijual lagi.

Kekhawatiran yang memuncak akhirnya membuat Jamiro memutuskan menghubungi polisi. Namun, pihak kepolisian menyarankan agar Jamiro melaporkannya ke Singapore Food Agency (SFA).

Menanggapi pertanyaan Mothership, SFA mengungkap jika petugas telah melakukan pengecekan beberapa kali terhadap aktivitas jualan ilegal di blok apartemen tersebut setelah mendapat masukan.

SFA menyarankan bahwa tidak ada aktivitas penjualan makanan yang ditemukan selama pemeriksaan ini. SFA juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dan terus memantau situasi tersebut.

"Kami tidak akan ragu mengambil tindakan penegak hukum jika diperlukan," ujar lembaga tersebut.

Mereka menambahkan jika penjualan makanan kaki lima tanpa regulasi jelas bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan risiko kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, lembaga ini memperingati bahwa makanan yang dijual lewat penjual ilegal mungkin tidak aman karena tidak memenuhi persyaratan keamanan pangan SFA.

Kelompok tersebut terlihat niat sampai ada timbangan disediakan. Foto: Mothership.sg / Jamiro

Ke depannya, masyarakat yang menemukan kegiatan jual beli barang atau makanan ilegal diimbau tidak membeli atau berjualan di tempat tersebut.

Saat ini belum diketahui pasti bagaimana kelanjutan kasus tersebut. Apakah memang penjual itu akhirnya ditangkap dan diperiksa atau kasus ini ditutup karena tidak ditemukan aktivitas seperti dilaporkan saat pemeriksaan berlangsung.



Simak Video "7 Alasan Ilmiah Mengapa Tak Dianjurkan Makan Daging Babi"

(aqr/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork