Geger Dugaan Penjualan Daging Anjing di Facebook, Begini Kronologinya

Geger Dugaan Penjualan Daging Anjing di Facebook, Begini Kronologinya

Diah Afrilian - detikFood
Jumat, 25 Sep 2026 13:00 WIB
Geger Dugaan Penjualan Daging Anjing di Facebook, Begini Kronologinya
Foto: Stomp
Jakarta -

Dugaan penjualan daging anjing lewat Facebook bikin heboh. Unggahan itu memicu protes netizen dan dilaporkan kepada otoritas terkait.

Aktivitas jual beli makanan melalui media sosial semakin mudah ditemukan. Namun, sebuah unggahan di Facebook Singapura justru memicu perhatian karena diduga menawarkan daging anjing.

Dilansir dari Stomp (25/9/2026), unggahan tersebut dibagikan ulang oleh anggota grup Facebook Dogs Singapore. Ia menuding ada penjual yang menawarkan daging anjing kepada konsumen di Singapura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Unggahan itu disebut berasal dari grup Chợ Việt Tại Singapore. Grup tersebut merupakan marketplace online untuk berbagai barang dan jasa asal Vietnam.

ADVERTISEMENT
Geger Dugaan Penjualan Daging Anjing di Facebook, Begini KronologinyaHeboh laporan seorang netizen di Facebook menduga ada dugaan penjualan daging anjing secara online. Foto: Stomp

Dalam unggahan yang dibagikan, penjual menawarkan beberapa jenis potongan daging. Harga yang dicantumkan juga menggunakan mata uang dolar dan disebut menyasar konsumen di Singapura.

Awalnya, unggahan tersebut tidak menjelaskan secara langsung jenis hewan yang dijual. Identitas daging baru disebut pada bagian akhir melalui istilah bahasa Vietnam.

Istilah yang digunakan adalah "vitamin gâu gâu". Dalam bahasa Vietnam, istilah tersebut merupakan slang yang biasa digunakan untuk menyebut daging anjing.

Kata "gâu gâu" sendiri digunakan untuk menirukan suara gonggongan anjing. Karena itu, istilah tersebut kemudian menjadi perhatian anggota komunitas pecinta hewan.

Unggahan tersebut juga menampilkan foto potongan daging mentah. Ada pula unggahan lain yang memperlihatkan daging yang sudah dimasak.

Geger Dugaan Penjualan Daging Anjing di Facebook, Begini KronologinyaAkibatnya banyak pihak berwenang menginvestigasi penjualan daging tersebut. Foto: Stomp

Namun, belum dapat dipastikan bahwa hewan yang terlihat dalam foto tersebut benar-benar daging anjing. Artinya, dugaan mengenai daging anjing masih berdasarkan isi unggahan dan laporan pengguna.

Salah satu unggahan yang menjadi sorotan kemudian dihapus. Sebelum dihapus, unggahan tersebut disebut mendapat lebih dari 390 reaksi dan 140 komentar.

Seorang anggota Dogs Singapore mengatakan dirinya sedang menyiapkan laporan. Laporan tersebut disebut akan ditujukan kepada Singapore Food Agency atau SFA dan Animal and Veterinary Service atau AVS.

Ia juga mengaku memiliki informasi terkait perusahaan yang terdaftar dan detail pembayaran PayNow. Informasi itu disebut akan disertakan dalam laporan kepada pihak berwenang.

Kasus ini juga berkaitan dengan aturan pangan yang berlaku di Singapura. Penjualan daging anjing di negara tersebut sebelumnya telah dinyatakan tidak diperbolehkan.



(dfl/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads