5 Kesalahan Membaca Label Halal yang Sering Dilakukan, Jangan Keliru!

5 Kesalahan Membaca Label Halal yang Sering Dilakukan, Jangan Keliru!

Diah Afrilian - detikFood
Jumat, 25 Sep 2026 11:30 WIB
Pramusaji mengantarkan makanan kepada pelanggan di Kedai Kopitiam, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (19/10/2025). Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mempermudah sertifikasi halal bagi warung makan kecil melalui Program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) untuk mendorong pengusaha dalam percepatan kewajiban sertifikasi halal bagi seluruh produk makanan dan minuman pada tahun 2026. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Jakarta -

Jangan asal membaca label halal. Selain logo, memeriksa sertifikasi, hingga klaim no pork, vegan, dan alcohol free juga penting dilakukan.

Bagi konsumen Muslim, memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi halal menjadi salah satu pertimbangan sebelum membeli produk. Karena itu, label pada kemasan sering menjadi informasi yang diperhatikan.

Di tengah banyaknya produk makanan dan minuman, konsumen bisa menemukan berbagai logo, tanda, hingga klaim tertentu pada kemasan. Informasi tersebut dapat membantu mengenali karakteristik produk sebelum dikonsumsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, memahami label halal tidak cukup hanya dengan melihat tulisan atau tanda yang tertera. Konsumen juga perlu mengetahui arti setiap informasi agar tidak keliru dalam menilai status suatu produk.

Dilansir dari Instagram @halalcorner (24/9/2026), ada 5 kesalahan yang sering dilakukan pelanggan saat mencari tahu status halal tempat makan:

5 Faktor Ini Bisa Membuat Makanan Halal Menjadi HaramKetika memilih produk makanan di pasaran, jangan sekadar melihat logo halal pada kemasannya saja. Foto: Getty Images/LeoPatrizi

1. Cuma Melihat Logo Halal

Logo halal menjadi tanda yang mudah ditemukan pada kemasan berbagai produk makanan dan minuman. Keberadaannya sering dianggap cukup untuk memastikan produk sudah bersertifikat halal.

ADVERTISEMENT

Padahal, konsumen juga perlu memperhatikan informasi sertifikasi yang menyertai produk tersebut. Pengecekan dapat membantu memastikan status halal produk secara lebih menyeluruh.

Jangan hanya terpaku pada tampilan logo yang terlihat di kemasan. Informasi mengenai sertifikasi menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan sebelum membeli produk.

2. Tidak Ada Logo Halal Berarti Haram

Tidak menemukan logo halal pada kemasan juga tidak otomatis berarti sebuah produk haram. Status tersebut tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan ada atau tidaknya logo pada kemasan.

Konsumen perlu melihat informasi lain yang tersedia mengenai produk tersebut. Komposisi, proses produksi, serta status sertifikasi dapat menjadi bagian yang perlu diperiksa.

Karena itu, sebaiknya tidak langsung memberikan kesimpulan hanya dari tampilan kemasan. Pahami terlebih dahulu informasi produk sebelum menentukan statusnya.

3. Menganggap "No Pork" Berarti Halal

Tulisan "No Pork" kerap dianggap tanda bahwa sebuah makanan sudah memenuhi standar halal. Padahal, klaim tersebut hanya menunjukkan bahwa produk tidak menggunakan daging atau bahan dari babi.


Status halal tidak hanya berkaitan dengan keberadaan bahan babi dalam makanan. Ada aspek lain yang juga berkaitan dengan bahan, proses pengolahan, hingga penanganan produk.

Karena itu, label "No Pork" sebaiknya tidak disamakan dengan sertifikasi halal. Keduanya memiliki makna yang berbeda sehingga perlu dipahami dengan tepat.

Vegan burger vacuum packed on a store shelf - 3d illustrationBahkan, makanan vegan sekalipun bukan berarti sudah pasti halal. Foto: Getty Images/guteksk7

4. Vegan Belum Tentu Halal

Produk berlabel vegan juga belum tentu otomatis dapat disamakan dengan produk bersertifikat halal. Label vegan pada dasarnya berkaitan dengan penggunaan bahan yang berasal dari tumbuhan dan tidak menggunakan bahan hewani.

Sementara itu, konsep halal memiliki cakupan yang lebih luas dari sekadar sumber bahan makanan. Proses produksi dan berbagai aspek lain juga dapat menjadi pertimbangan.

Sebaiknya konsumen tidak menjadikan klaim vegan sebagai satu-satunya acuan. Informasi sertifikasi halal tetap perlu diperhatikan jika ingin memastikan status kehalalan produk.

5. Bebas Alkohol Bukan Berarti Halal

Hal serupa juga berlaku pada produk dengan klaim "Alcohol Free". Tidak adanya alkohol pada produk tidak serta-merta menjadikannya produk yang sudah bersertifikat halal.

Klaim tersebut hanya memberikan informasi mengenai kandungan alkohol dalam produk. Status halal memiliki pertimbangan yang lebih luas dan tidak ditentukan oleh satu jenis bahan saja.

Membaca label dengan teliti dapat membantu konsumen memahami informasi produk secara lebih tepat. Jangan menyamakan berbagai klaim pada kemasan dengan sertifikasi halal.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Sanksi Penarikan untuk 7 Produk Pangan Mengandung Babi Bersertifikat Halal"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads