Mantan pramugara Singapore Airlines meninggalkan pekerjaannya. Ia memilih membuka kafe unik dengan konsep hole-in-the-wall dan kejutan tangan monster.
Meninggalkan pekerjaan yang sudah mapan demi membuka usaha kuliner tentu bukan keputusan mudah. Namun, seorang mantan pramugara maskapai Singapura Airlines (SQ) berani mengambil langkah tersebut demi mengejar impiannya.
Dilansir dari Stomp (22/9/2026), Haziq Mikhail (26) memilih meninggalkan dunia penerbangan. Ia kemudian mengembangkan kafe dengan konsep unik yang belum banyak ditemukan di Singapura.
Selama menjadi pramugara, Haziq mendapat kesempatan bepergian ke berbagai negara dan memperoleh penghasilan yang stabil. Cedera ligamen di pergelangan tangan akhirnya membuat Haziq memutuskan meninggalkan pekerjaannya.
Keputusan itu sekaligus menjadi kesempatan bagi Haziq untuk mengejar impian membuka kafe. Ia ingin menghadirkan tempat takeaway yang menjual kopi dan matcha dengan konsep berbeda.
Saat mencari inspirasi, Haziq menemukan konsep kafe hole-in-the-wall yang populer di sejumlah negara. Konsep ini membuat pelanggan memesan makanan atau minuman melalui sebuah lubang kecil di dinding.
Keputusan tersebut ternyata tidak langsung mendapat dukungan dari orang-orang terdekatnya. Mereka khawatir Haziq meninggalkan pekerjaan stabil ketika ia juga tengah mempersiapkan pernikahan dan rumah baru.
Setelah mendapatkan investor, Haziq akhirnya mewujudkan kafenya di kawasan Arab Street. Kafe tersebut diberi nama Peekabrew dan mengusung konsep hole-in-the-wall.
Peekabrew menawarkan kopi, matcha, serta sandwich goreng khas Jepang. Namun, daya tarik utamanya bukan hanya menu, melainkan cara makanan dan minuman tersebut disajikan.
Saat pesanan diberikan melalui lubang di dinding, staf mengenakan sarung tangan berbentuk tangan monster. Tangan tersebut tiba-tiba muncul dan membuat pelanggan terkejut.
Konsep monster hand itu membuat pengalaman membeli makanan di Peekabrew terasa lebih interaktif. Momen tersebut juga menarik perhatian karena pelanggan dapat merekam reaksinya untuk dibagikan ke media sosial.
Pada akhir pekan setelah pembukaan, antrean pelanggan disebut mengular hingga lebih dari satu jam. Pengunjung bahkan harus menunggu di bawah terik matahari untuk mencoba pengalaman di kafe tersebut.
Kini Haziq menjalankan kafe bersama tiga stafnya beberapa hari dalam sepekan. Pada bulan pertama, Haziq bekerja mulai pukul 10 pagi hingga sekitar pukul 11.30 malam.
Bagi Haziq, perjalanan membangun bisnis tersebut memang tidak mudah. Meski menghadapi penolakan dan keraguan, Haziq mengatakan dirinya tidak menyesal membuka Peekabrew.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
(dfl/adr)